Laporan: Yuanta

BANDUNG | SUARAGLOBAL.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Hidrometeorologi Basah di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat. Rakor ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi menjelang Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di wilayah Jawa Barat, (29/11/24).

Baca Juga:  Fakta Baru Bencana di Bengkulu Terus Bertambah, 29 Meninggal 28 Diantaranya Teridentifikasi dan 13 Hilang

Dalam arahannya, Suharyanto menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui empat strategi utama. Pertama, penetapan status siaga darurat berdasarkan prediksi hujan tinggi dari BMKG. \”Penetapan status ini bukan menunjukkan kelemahan, melainkan bentuk kesiapan dan koordinasi demi melindungi masyarakat,\” tegas Suharyanto.

Kedua, digelar apel kesiapsiagaan untuk memastikan kesiapan personel, logistik, dan peralatan di lapangan. \”Sebelum puncak musim hujan, kita harus mengevaluasi kemampuan sarana dan prasarana yang mendukung operasi tanggap bencana,\” tambahnya.

Baca Juga:  Telomoyo Cup IX 2025: Saat Olahraga Ekstrem Gantolle Bertransformasi Jadi Panggung Regenerasi

Ketiga, pelaksanaan langkah kesiapsiagaan sesuai rencana kontijensi dan operasi. \”Masyarakat perlu dibekali pengetahuan mengenai jalur evakuasi, tempat evakuasi sementara, hingga lokasi evakuasi akhir,\” ujar Suharyanto.

Keempat, untuk daerah yang terdampak bencana, status tanggap darurat harus segera ditetapkan. \”Akselerasi penanganan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga rehabilitasi, harus dilakukan secara cepat,\” imbuhnya.

Baca Juga:  Polresta Pati Matangkan Strategi Amankan Aksi 13 Agustus Lewat TFG: CCTV, Sekolah, hingga Lapas Masuk Radar

Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin menyampaikan apresiasinya terhadap respons cepat BNPB dalam menangani bencana di Bandung. Banjir yang terjadi sejak Kamis (21/11) melanda delapan desa di Kabupaten Bandung, termasuk Bojongsari, Bojongsoang, dan Dayeuhkolot. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bandung per Jumat (29/11) pukul 08.00 WIB, banjir masih menggenangi beberapa lokasi dengan ketinggian air mencapai 70 cm. Sebanyak 3.103 KK terdampak, sementara tiga lokasi pengungsian telah disiapkan.

Peristiwa ini menelan korban jiwa, dengan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya hilang terbawa arus. Tim SAR gabungan menghentikan operasi pencarian pada Rabu (26/11) setelah tujuh hari pencarian intensif.

Baca Juga:  Kampung Kumuh "Disulap" Jadi "Ampuh" Berawal Dari Niat Warga Untuk Berubah

Deputi Penanganan Darurat Lukmansyah dan Deputi Logistik dan Peralatan Lilik Kurniawan mengunjungi wilayah terdampak banjir untuk memberikan bantuan langsung. \”Meski banjir mulai surut, potensi limpasan air dari tanggul tetap perlu diantisipasi,\” ungkap Lukmansyah saat berdialog dengan warga.

BNPB juga mengirimkan logistik, termasuk perahu karet, makanan siap saji, tenda pengungsi, dan alat kebersihan. Selain itu, Dana Siap Pakai (DSP) senilai total Rp4,15 miliar disalurkan, dengan Kabupaten Bandung menerima Rp300 juta dan BPBD Jawa Barat Rp250 juta.

Baca Juga:  Polres Salatiga Ungkap Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di JLS Salatiga, Puluhan Jerigen Solar Subsidi Disita, Polisi Lakukan Pengembangan

Rakor ini dihadiri Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin, Anggota Komisi VIII DPR RI, BPBD kabupaten/kota, serta jajaran Forkopimda. Semua pihak menyepakati pentingnya kesiapan menghadapi intensitas hujan yang tinggi di wilayah Jawa Barat guna meminimalkan dampak bencana di masa mendatang.

\”Kolaborasi semua pihak menjadi kunci dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi,\” pungkas Suharyanto. (*)