Papan Nama Museum Pandanaran Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang

Ungaran, beritaglobal.net – Menyikapi unggahan seorang warganet di media sosial facebook terkait dugaan penyimpangan anggaran renovasi Museum Pandanaran di Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Kepala Dinas Pendidikan Budaya Pemuda dan Olah Raga (Kadisdikbudpora) Kabupaten Semarang, meninjau langsung proses renovasi Museum Pandanaran, Kamis (01/02/2018).

Kadisdikbudpora Kabupaten Semarang, Drs. Muhamad Natsir menyampaikan bahwa pemugaran Museum Pandanaran masih dalam tahap pemeliharaan sampai dengan bulan Mei 2018.

“Proses ini (pemugaran) masih dalam tahap pemeliharaan sampai dengan bulan Mei 2018 oleh pihak kontraktor,” ujar Kadisdikbudpora Kabupaten Semarang.

Baca Juga:  Indonesia dan Rusia Menandatangani Memorandum of Understanding (Nota Kesepahaman) Kerjasama di Bidang Hukum

Saat ini pihaknya fokus pada pemeriksaan terhadap kualitas proyek dalam masa pemeliharaan dari speksifikasi bahan bangunan, volume bangunan dan kualitas bangunan Museum Pandanaran.

“Sebetulnya ini menjadi tugas kepala Dinas yang lama, tugas saya sekarang fokus pada pemeliharaan, bagaimana pemugaran Museum Pandanaran menjadi baik,” tutur M. Natsir.

Diakui oleh M. Natsir bahwa ada beberapa bagian dari bangunan Museum Pandanaran yang kualitasnya jelek dan harus diganti. Pihaknya telah memerintahkan kontraktor untuk mengganti dengan bahan bangunan yang sesuai spesifikasi yang menjadi tanggung jawab kontraktor.

“Ya memang setelah pengecekan ada beberapa bagian yang kurang bagus, karena dari keseluruhan bangunan kan tidak jelek semua, bagian yang jelek ya harus diganti, dan kontraktor juga harus bertanggung jawab,” ungkap M. Natsir lebih lanjut.

Baca Juga:  Polresta Malang Kota Tegaskan Larangan Sound Horeg: Jaga Ketertiban Jelang HUT RI ke-79

Terkait proses lelang diinformasikan pula oleh M. Natsir dilaksanakan di ULP Kabupaten Semarang, sementara Disdikbudpora Kabupaten Semarang hanya melakukan perikatan kontrak dengan pemenang lelang.

Pihaknya juga meminta konsultan pengawas bekerja lebih baik lagi, agar tidak ada komplain atas pengerjaan sebuah proyek di bawah satuan kerja Disdikbudpora Kabupaten Semarang.

Sementara saat ditanyakan alasan mengapa Museum Pandanaran ditempatkan di wilayah Kecamatan Tuntang, M. Natsir memberikan kesempatan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Drs. Agus Wisnugroho, M.M., menjelaskannya.

Baca Juga:  Polres Madiun Kota Awali Tahun Baru 2025 dengan Istighozah dan Doa Bersama
Drs. Agus Wisnugroho, M. M., saat memberi keterangan kepada awak media

Agus menjelaskan bahwa penetapan Museum Pandanaran adalah sebagai bentuk penghargaan atas jasa – jasa dan mengenang bahwa Ki Ageng Pandanaran adalah sebagai Bupati Semarang pertama.

“Pembangunan museum ini adalah untuk memberikan penghargaan dan mengenang jasa – jasa dan Ki Ageng Pandanaran sebagai bupati pertama di Semarang,” tutup Agus sebelum berpamitan untuk kembali ke kantor Disdikbudpora Kabupaten Semarang. (Agus S)

Berita sebelumnya:

http://www.beritaglobal.net/2018/01/museum-pandanaran-yang-menjadi-viral-di.html