Cap Go Meh di Hok Tek Bio Berpadu Ramadan, Salatiga Tunjukkan Harmoni Nyata

Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Suasana khidmat sekaligus hangat menyelimuti halaman Klenteng Hok Tek Bio, Selasa (3/3/2026) malam. Perayaan Cap Go Meh 2026 yang menjadi puncak rangkaian Tahun Baru Imlek berlangsung penuh makna. Tahun ini terasa istimewa, sebab momen sakral umat Tionghoa itu hadir berdampingan dengan bulan suci Ramadan.

Lampion-lampion merah menghiasi area klenteng, berpadu dengan senyum ramah para tamu undangan dari berbagai latar belakang. Tak sekadar seremoni keagamaan, Cap Go Meh kali ini menjelma menjadi panggung kebersamaan warga Kota Salatiga.

Sejumlah unsur pemerintah tampak hadir, mulai dari Staf Ahli yang mewakili Wali Kota Salatiga, jajaran Forkopimda, hingga tokoh masyarakat lintas agama. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa harmoni di Kota Salatiga bukan sekadar slogan, melainkan praktik kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Cemburu Buta Berujung Petaka, Seorang Pria di Nganjuk Hantam Kekasih dengan Asbak dan Batu Bata

Soni Ho, panitia sekaligus Pembina Klenteng Hok Tek Bio, menegaskan bahwa perayaan tahun ini memang dirancang sebagai ruang silaturahmi bersama.

“Malam ini kita menikmati rangkaian acara yang telah disusun panitia, termasuk jamuan makan malam dengan hidangan khas lontong Cap Go Meh. Ini momen mempererat kebersamaan, meneguhkan rasa syukur, serta mengukuhkan harapan bagi kita semua,” ujarnya di hadapan para tamu.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Laksanakan Patroli Udara KRYD, Singgah dan Cek Kesiapan di Polres Ngawi

Malam pun semakin hangat ketika para undangan menikmati lontong Cap Go Meh hidangan tradisional yang selalu hadir dalam peringatan Cap Go Meh. Aroma santan dan rempah memenuhi udara, menjadi simbol keberlimpahan sekaligus kebersamaan. Tak ada sekat, semua duduk bersama dalam suasana penuh keakraban.

Dalam sambutan Wali Kota Salatiga yang dibacakan oleh Ardiantara, ditegaskan bahwa Cap Go Meh tahun ini memiliki makna mendalam karena dirayakan beriringan dengan Ramadan.

“Cap Go Meh sebagai puncak peringatan Imlek 2026 hadir berdampingan dengan bulan suci Ramadan. Ini mencerminkan jati diri bangsa terkait keberagaman. Kita kuat karena persatuan dan tegak karena kebersamaan,” demikian pesan yang disampaikan.

Baca Juga:  Jaga Tirta di Jantung Kota Langkah Bersama Demi Alam: Pemkot, TNI, dan Polri Rawat Sumber Air Bersejarah Jadi Simbol Pelestarian Budaya

Perpaduan dua momentum besar keagamaan ini menjadi gambaran nyata wajah Salatiga sebagai kota toleran. Di tengah perbedaan keyakinan, masyarakat tetap menjaga semangat guyub rukun yang telah mengakar kuat.

Cap Go Meh di Hok Tek Bio malam itu bukan hanya perayaan tradisi. Ia menjadi simbol bahwa keberagaman di Salatiga adalah kekuatan dirawat dengan saling menghormati, dipererat dengan silaturahmi, dan dirayakan dalam suasana damai, bahkan di tengah Ramadan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!