Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, bersama Kepala Kantor Kemenag Kota Salatiga, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Salatiga, serta sejumlah undangan mengikuti Pengukuhan Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah Periode 2025–2030.

Kegiatan ini digelar secara daring dari Ruang Rapat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Gedung Setda Kota Salatiga, Senin (08/09/2025).

Pengukuhan dilaksanakan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan turut dihadiri Wakil Gubernur, Sekda Provinsi Jawa Tengah, Forkopimda, Ketua MUI Jawa Tengah, Kakanwil Kemenag Provinsi Jateng, serta anggota LFSP yang baru saja dikukuhkan.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/329 Tahun 2025 tentang pembentukan LFSP Provinsi Jawa Tengah Periode 2025–2030, Gubernur menetapkan Prof. Dr. KH. Hasyim Muhammad, M.Ag. sebagai ketua lembaga.

Baca Juga:  Patroli Cegah Tawuran Berujung Tangkap Pembawa Sabu: Dua Pemuda Diciduk di Jalan Tenggumung Surabaya

Pesantren Tidak Hanya Fokus Agama, Tapi Juga Kondusifitas Daerah

Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan bahwa keberadaan LFSP merupakan bagian dari akselerasi program strategis terkait pesantren di Jawa Tengah.

“LFSP ini dibentuk untuk mengakomodasi program pesantren, sehingga pesantren tidak hanya menjadi urusan pendidikan agama, tetapi juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menjaga kondusifitas wilayah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa dinamika sosial yang terjadi belakangan ini menjadi tantangan nyata bagi LFSP. Menurutnya, pondok pesantren adalah garda terdepan sekaligus benteng terakhir dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang damai dan kondusif.

Baca Juga:  12 Kali Beraksi, Spesialis Bobol Sekolah di Probolinggo Kota Akhirnya Tumbang!

“Kondisi yang terjadi akhir-akhir ini merupakan tantangan bagi LFSP yang baru saja terbentuk. Ponpes merupakan garda terdepan dan benteng terakhir untuk menciptakan lingkungan yang kondusif,” tegasnya.

Santri Didorong Mendunia Lewat Beasiswa Internasional

Selain menjaga stabilitas, Gubernur Luthfi juga menekankan bahwa pesantren harus menjadi pusat pengembangan SDM unggul. Ia menyebutkan bahwa LFSP akan menjadi trigger untuk memperluas akses beasiswa bagi para santri.

“Santri jangan hanya belajar ke tempat yang itu-itu saja. Kalau perlu ke Jerman, Korea, Maroko, atau Tiongkok. Sehingga santri kita mampu bersaing dan menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Baca Juga:  Sidoarjo Tanpa Sengketa, Pilkada 2024 Berjalan Lancar dan Damai

Ia menambahkan bahwa program internasionalisasi pendidikan santri tersebut akan segera dituangkan dalam Keputusan Gubernur untuk memastikan implementasi nyata di lapangan.

“Pokoknya ini harus sudah matang, dan nantinya diatur dalam Keputusan Gubernur untuk segera dilaksanakan,” tandasnya.

Dukungan Pemkot Salatiga

Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, menyampaikan apresiasinya atas pengukuhan LFSP ini. Menurutnya, keberadaan lembaga tersebut akan memberikan energi baru dalam memperkuat kontribusi pesantren, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam pembangunan karakter dan sumber daya manusia di Jawa Tengah, khususnya di Salatiga. (*)