Laporan: Ninis Indrawati

SAMPANG | SUARAGLOBAL.COM – Untuk memastikan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Sampang tahun 2024 berjalan damai dan kondusif, Polres Sampang menggelar deklarasi kesepakatan bersama. Acara ini dilaksanakan di lapangan belakang Mapolres Sampang, dengan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M.Si, Kabinda Jatim Brigjen Pol Rudy Tranggono, Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Danny Alkadrie, Forkopimda Kabupaten Sampang, serta kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang beserta tim pemenangannya.

Langkah ini diambil pasca insiden tragis di Ketapang yang menewaskan salah satu tokoh masyarakat, H. Jimmy, akibat pengeroyokan. Kapolda Jatim menyatakan tekadnya untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas, sembari memastikan keamanan dan kelancaran jalannya tahapan Pilkada.

Dalam sambutannya, Irjen Pol Imam Sugianto menegaskan bahwa peristiwa seperti di Ketapang tidak boleh terulang lagi. Ia mengimbau kepada kedua pasangan calon dan pendukungnya untuk menjaga suasana yang damai serta mematuhi aturan hukum selama masa Pilkada berlangsung.

Baca Juga:  Bermodus Debt Collector: Tarik Paksa dan Gelapkan Motor, Tiga Premanisme Jalanan Diamankan Satgas Aman Candi 2025 di Slawi 

“Kami akan menindak tegas siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum. Tidak ada toleransi untuk kekerasan,” tegasnya.

Mengantisipasi kerawanan, Polda Jatim berencana mengerahkan personel keamanan tambahan di Sampang. Pasukan Brimob dari Mabes Polri akan diperbantukan untuk memperkuat pengamanan, terutama pada tahap krusial seperti pemungutan suara pada 27 November hingga proses rekapitulasi.

Baca Juga:  Kapolri Kerahkan 164 Ribu Personel Amankan Mudik Lebaran 2025, Puncaknya Diprediksi 28 Maret

Kapolda memastikan bahwa Kabupaten Sampang akan mendapatkan pengamanan lebih intensif dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.

Selain itu, Irjen Pol Imam Sugianto juga menegaskan bahwa TNI-Polri akan bersikap netral selama pelaksanaan Pilkada.

Baca Juga:  Senyum Ojol hingga Tukang Becak di Bondowoso: Satlantas Bagikan 150 Paket Sembako di Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70

Kami berdiri di tengah-tengah. Netralitas adalah komitmen kami untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi ini,” ujarnya di depan peserta deklarasi.

Acara deklarasi ini juga menjadi momentum penting bagi semua pihak yang terlibat untuk menyatukan komitmen menciptakan suasana Pilkada yang damai.

Baca Juga:  Menembus Kabut Jannah: Air Terjun Pofua’a Bente Diresmikan, Gubernur Sulteng Dorong Morowali Jadi Pionir Seribu Desa Wisata

Penandatanganan deklarasi dilakukan oleh kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, disaksikan oleh perwakilan Forkopimda, KPU, Bawaslu, dan tokoh masyarakat.

Kapolda Jatim mengapresiasi dukungan dari semua pihak dalam deklarasi ini. Ia berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk para pendukung kedua calon, dapat menjaga kondusivitas selama masa Pilkada.

Baca Juga:  Ribuan Buruh Turun ke Jalan, Polisi Sambut dengan Senyum dan Dialog

“Mari kita kawal Pilkada ini dengan rasa tanggung jawab, sehingga dapat menghasilkan pemimpin yang benar-benar membawa kemajuan bagi Kabupaten Sampang,” tutupnya.

Deklarasi ini diharapkan menjadi awal dari proses demokrasi yang aman, tertib, dan kondusif, serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga kedamaian selama kontestasi politik. (*)