Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Warga Kampung Grogol, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos pada Selasa pagi (19/05/2026).

Korban diketahui berinisial Ng (47), seorang buruh harian lepas yang tinggal di kawasan tersebut. Peristiwa tragis itu terjadi di sebuah kamar kos yang berada di Jalan Dewi Kunti No. 34 RT 12 RW 04, Kampung Grogol.

Mendapat laporan dari warga, personel Polsek Sidomukti bersama Bhabinkamtibmas serta petugas medis dari Puskesmas Kalicacing langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap korban.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Targetkan 5.884 PJU di 2025, Warga Akan Lebih Terang dan Aman

Kapolsek Sidomukti, Kompol Sunoto, S.H., menjelaskan bahwa kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 08.40 WIB oleh salah seorang anggota keluarga korban yang merasa curiga karena pintu kamar korban masih tertutup sejak pagi.

“Korban terakhir diketahui berada di rumah pada Senin malam setelah pulang dari Boyolali untuk mencari pekerjaan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan,” terang Kompol Sunoto.

Karena merasa ada yang tidak biasa, saksi kemudian mencoba membuka pintu kamar korban. Saat itulah korban ditemukan sudah dalam kondisi tergantung menggunakan tali yang terikat pada tiang penyangga atap kamar.

Baca Juga:  Bangun Kesadaran Hukum Sejak Dini: PUSBAKUM UIN Salatiga dan Karang Taruna 'Dadi Bara' Edukasi Remaja Bejalen Soal Kenakalan dan Etika Digital

Penemuan tersebut sontak membuat keluarga dan warga sekitar panik. Sejumlah warga kemudian membantu pihak keluarga sebelum akhirnya menghubungi aparat Kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Petugas Kepolisian bersama tim medis segera melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 8 hingga 12 jam sebelum ditemukan.

Baca Juga:  Selamat Datang AKBP Argowiyono di Ngawi dan Selamat Bertugas AKBP Dwiasi di Tempat yang Baru

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Penolakan itu juga telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi kepada pihak Kepolisian.

Kapolsek Sidomukti turut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut dan mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi sosial maupun psikologis orang-orang di sekitarnya.

“Peran keluarga dan lingkungan sangat penting untuk saling memperhatikan serta memberikan dukungan kepada warga yang sedang menghadapi persoalan hidup,” ujar Kompol Sunoto.

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (*)