Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Langkah percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur makin digeber. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) MBG di Ruang Rapat Lantai 8, Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, dengan menghadirkan jajaran kepala daerah serta pejabat tinggi negara.

Rakor strategis ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama para bupati dan wali kota se-Jawa Timur. Turut hadir Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak serta unsur Forkopimda untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan solid.

Tak tanggung-tanggung, rapat dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Ia didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.

Baca Juga:  Sespima Polri Kaji Inovasi Penanggulangan Kejahatan Jalanan di Pasuruan: Sinergi, Humanis, dan Berbasis Data

Dalam rakor tersebut, sejumlah agenda strategis dibedah secara mendalam. Salah satu fokus utama adalah sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang tata kelola Program MBG. Regulasi ini menjadi payung hukum pelaksanaan program agar berjalan terstruktur, transparan, dan akuntabel.

Tak hanya itu, percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) juga menjadi perhatian serius. Pemerintah ingin memastikan setiap penyedia makanan dalam program MBG memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan, sehingga kualitas gizi yang diterima peserta benar-benar terjamin.

Baca Juga:  Dorong Kesejahteraan Pers, PKP dan PWI Luncurkan Program Hunian Nasional Wartawan

Monitoring pemenuhan gizi peserta didik pun dibahas detail. Pemerintah pusat dan daerah sepakat bahwa keberhasilan MBG bukan hanya pada distribusi makanan, tetapi juga pada dampaknya terhadap peningkatan status gizi anak-anak sekolah.

Rakor juga menjadi forum evaluasi capaian program di berbagai kabupaten/kota. Setiap daerah diminta melaporkan progres pelaksanaan, kendala di lapangan, hingga kebutuhan dukungan tambahan dari provinsi maupun pusat.

Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya sinergi dan percepatan agar MBG tidak hanya menjadi program seremonial, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya peserta didik.

Baca Juga:  Daniel Rigan optimis Kantongi Rekomendasi Dari Empat Partai Untuk Maju Calon Bupati Buru 2024

“Program ini harus tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan,” menjadi komitmen bersama yang mengemuka dalam forum tersebut.

Program MBG digadang-gadang sebagai salah satu langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan asupan gizi yang cukup dan seimbang, diharapkan lahir generasi Jawa Timur yang sehat, cerdas, dan produktif.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan. Rakor ini pun menjadi sinyal kuat bahwa percepatan MBG di Jawa Timur bukan sekadar wacana, tetapi gerak nyata menuju perbaikan kualitas gizi masyarakat secara menyeluruh. (*)