Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Kamis (16/08/2018). (Foto: Humas Prov Jatim)

Surabaya, beritaglobal.net – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menekankan pentingnya pembangunan yang berkelanjutan atau sustainable and change. Dengan konsep pembangunan ini maka perubahan juga dilakukan terhadap nilai-nilai yang dirasa kurang atau tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang.

Baca Juga:  Waspada Bencana Alam: Bhabinkamtibmas Data Daerah Potensi Bencana Alam, Penyuluhan Kamtibmas dan Sosialisasi Antisipasi Bencana Alam

“Yang terpenting dalam membangun itu harus sustainable and change, karenanya antar program harus berkaitan satu sama lain tidak boleh terputus,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim  menjawab pertanyaan media, usai Rapat Paripurna Istimewa di DPRD Provinsi Jatim, Jalan Indrapura Surabaya, Rabu (16/08/2018).

Baca Juga:  Tiga Kali Sukses Beri Dukungan Cabup dan Cawabup, Tim Laskar Pelangi Dukung NgeBas di Pilkada Kabupaten Semarang Tahun 2020

Menurutnya, pembangunan berkelanjutnya ini harus dilakukan karena munculnya disparitas akibat adanya gelombang liberalisme. Oleh sebab itu, pertumbuhan ekonomi yang baik harus diikuti oleh berkurangnya disparitas, pengangguran dan kemiskinan.

“Tiga hal ini sangat penting, karena akan berdampak pada meningkatnya IPM, usia harapan hidup, dan berkurangnya gizi buruk dan stunting,” terang Pakde Karwo sembari menambahkan bahwa stunting tidak selalu karena gizinya buruk tapi juga kurangnya pengetahuan tentang asupan makanan yang baik.

Baca Juga:  Pernyataan Sikap Fraksi PDIP Kota Salatiga, Tolak Pembangunan Fisik Ditengah Pandemi Covid-19

Kegiatan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Jatim ini dihadiri, antara lain Pimpinan DPRD Provinsi Jatim, Pj. Sekda Provinsi Jatim, Forkopimda Provinsi Jatim, dan para pejabat di lingkup Pemprov Jatim. (ASB/Humas Prov Jatim)