Laporan: Iswahyudi Artya

BANYUWANGI | SUARAGLOBAL.COM – Dalam langkah besar menuju peningkatan konektivitas transportasi, Kereta Api Blambangan Ekspres resmi meluncurkan layanan rute Jakarta-Banyuwangi. Peresmian ini dilakukan di Stasiun Ketapang, Banyuwangi, oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Direktur Niaga PT. KAI Hadis Surya Palapa, (30/7/24).

Blambangan Ekspres menawarkan perjalanan langsung dari Stasiun Ketapang di Banyuwangi ke Stasiun Pasar Senen di Jakarta, memecahkan rekor sebagai rute terjauh yang dioperasikan oleh PT. KAI dengan jarak 1.031 kilometer. Kereta ini menyediakan dua kelas, eksekutif dan ekonomi “new generation”, dengan total kapasitas 416 kursi.

Baca Juga:  Bersama Wapres dan Menteri Agama, Kakanwil Kumham Jateng Cek Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo

Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani menekankan dampak positif dari inovasi ini. “Kehadiran Blambangan Ekspres tidak hanya mempermudah akses dari dan ke Banyuwangi, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi daerah. Dengan layanan langsung ini, wisatawan dapat lebih mudah mengunjungi Banyuwangi dan sekitarnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Kabiro Umum Kemenimipas Tinjau Rutan Salatiga, Pastikan Layanan dan Keamanan Tetap Kondusif Jelang Nataru

Direktur Niaga PT. KAI, Hadis Surya Palapa, mengungkapkan optimisme terhadap potensi bisnis rute ini. “Kereta ini dilengkapi dengan fasilitas modern di kelas ekonomi yang menawarkan kenyamanan serupa kelas eksekutif. Kami yakin rute Jakarta-Banyuwangi akan menarik banyak penumpang, baik untuk perjalanan bisnis maupun wisata,” katanya.

Blambangan Ekspres berangkat dari Stasiun Ketapang pada pukul 14.50 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen pada pukul 07.15 WIB. Sebaliknya, keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dijadwalkan pukul 12.15 WIB dan tiba di Stasiun Ketapang pada pukul 04.55 WIB.

Baca Juga:  Pengawasan dan Penertiban Pasar Harus Tegas, Teddy : Ayo Semua Elemen Diajak Komunikasi, Selamatkan Anak Bangsa

Dengan hadirnya layanan ini, PT. KAI berharap dapat memenuhi target bisnis dan lebih memperkuat konektivitas antara Jakarta dan Banyuwangi, serta meningkatkan daya tarik pariwisata di kawasan tersebut. (*)