Wakapolres Purbalingga Kompol Sigit Martanto menunjukkan barang bukti tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan saat press conference di Mapolres Purbalingga, Rabu (24/07/2019). (Foto: dok. Kasubbag Humas Polres Purbalingga)

Purbalingga, beritaglobal.net – Polres Purbalingga berhasil mengungkap dua kasus yaitu pengeroyokan dan penganiayaan yang terjadi di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Purbalingga. Hal itu terungkap dalam konferensi pers yang digelar di Polres Purbalingga, Rabu (24/07/2019) siang.

Wakapolres Purbalingga Kompol Sigit Martanto yang memimpin konferensi pers menyampaikan bahwa kasus pertama yang kita ungkap yaitu pengeroyokan terjadi pada Selasa (2/07/2019) di jalan raya Dusun Karanggude, Desa Sumampir, Kecamatan Rembang.

Baca Juga:  Ditjenpas Jateng Perkuat Komitmen WBBM Lewat Pendampingan Desk Evaluasi ZI

Dalam release diterima beritaglobal.net, disebutkan bahwa korban yaitu Redi Purwanto (26) warga Desa Sumampir RT 8 RW 2, Kecamatan Rembang. Sedangkan pelaku pengeroyokan berjumlah tiga orang yaitu Muhamad Husen (26), Iwan Septianto (21) dan Sedyo Cahyo (23). Ketiganya warga Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, PurbaIingga.

“Para pelaku melakukan pemukulan terhadap korban karena tidak suka dengan tingkah korban menegur saat konvoi kendaraan usai pertandingan sepak bola. Akibatnya korban dipukuli tiga orang pelaku hingga mengalami luka lebam pada kepala dan wajahnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Sumowono Bamboo Garden, Wahana Wisata yang Terinspirasi Dari Manfaat Tanaman Bambu

Tiga orang tersangka sudah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kepada mereka kita kenakan pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP tentang bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Ditambahkan Wakapolres untuk kasus kedua yang diungkap yaitu penganiayaan. Korban kasus pengeroyokan kita tetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan. Hal itu karena setelah dikeroyok tiga orang, tidak berselang lama korban membalas pemukulan terhadap salah satu pelaku.

“Tindakan itu dilakukan saat sedang dilakukan mediasi penyelesaian permasalahan oleh pemerintahan desa. Korban pengeroyokan bernama Redi memukul Muhamad Husen salah satu pelaku pengeroyokan menggunakan kunci sepeda motor,” kata Wakapolres.

Baca Juga:  Djalen Sinaga SPd: Masyarakat Simalungun Siap Mendukung RHS Jadi Bupati 2 Priode.

Akibat pemukulan tersebut, Husen mengalami luka pada bawah mata. Luka diakibatkan terkena pukulan kunci sepeda motor yang diselipkan di tangan pelaku. Akibat peristiwa tersebut, Husen berbalik melaporkan kejadian pemukulan setelah dilakukan visum dokter.

Dijelaskan Wakapolres untuk kasus penganiayaan, tersangka kita kenakan pasal 351 ayat (2) KUHP. Ancaman hukuman pasal tersebut yaitu penjara maksimal hingga 5 tahun. (Agus S/HMS)