Laporan: Ninis Indrawati

JEMBER | SUARAGLOBAL.COM – Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Lumajang, dr. Agus Gede Made Artha, Sp., bersama Direktur RSU Kaliwates, dr. Wiwin Sri Niscahyawati, melakukan kunjungan rumah sakit (hospital visite) terhadap anggota Polisi korban pengeroyokan oleh kelompok Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di RSU Kaliwates, Jember, Rabu (24/7/2024)

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kondisi kesehatan Aipda Parmanto Indra Jaya, yang menjadi korban dalam insiden pengeroyokan tersebut.

Baca Juga:  Aksi Cepat Kasat Lantas Polresta Banyuwangi: Korban Laka Dibantu, Lalin Aman Terkendali

Dr. Agus Gede Made Artha hadir didampingi oleh Kapolsek Kaliwates, Kompol Nurhadi; Penata Agus Wiyono, S.Kep., Ners; Aipda Iwan Wahyudi S., S.H., S.Kep., Ners; dan Aipda A. Fathur Rozy, S.H. 

Kunjungan ini menunjukkan perhatian penuh dari jajaran kepolisian dan tenaga medis terhadap kondisi kesehatan Aipda Parmanto yang sedang dalam perawatan intensif.

Dalam kunjungan tersebut, dr. Agus Gede Made Artha menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden pengeroyokan yang dialami Aipda Parmanto Indra Jaya. 

Baca Juga:  Lingkaran Sakral di Tengah - Tengah Kampung Adat Waerebo

Ia memastikan bahwa seluruh upaya medis terbaik sedang dilakukan oleh tim dokter dan perawat di RSU Kaliwates untuk memulihkan kondisi Aipda Parmanto. 

“Kami berusaha untuk memberikan penanganan medis yang optimal bagi Aipda Parmanto. Kami berharap beliau segera pulih dan dapat kembali bertugas,” ujar dr. Agus Gede.

Dr. Wiwin Sri Niscahyawati, sebagai Direktur RSU Kaliwates, juga menambahkan bahwa pihak rumah sakit telah menyediakan segala fasilitas yang dibutuhkan untuk perawatan Aipda Parmanto. 

Baca Juga:  Apel Bersama di Rutan Surabaya: Kakanwil Ditjenpas Jatim Kukuhkan Sinergitas & Apresiasi Pegawai Penumpas Narkoba

“Kami akan terus memantau perkembangan kesehatannya secara berkala dan memastikan bahwa Aipda Parmanto mendapatkan perawatan terbaik,” katanya.

Hospital visite ini tidak hanya menunjukkan perhatian terhadap korban, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral bagi keluarga besar Polri yang sedang menghadapi cobaan berat. (*)