CILACAP, Beritaglobal.net – Nara Pidana (Napi) kasus narkoba, pembunuhan, dan kasus perampokan dari beberapa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) Provinsi Lampung Kamis, (27/08/2020) dipindahkan ke Nusakambangan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Pemindahan sebanyak 76 napi berbagai kasus ini dikawal ketat Brimob dan Petugas dari Kemenkumham. Para napi sampai ke PosDermaga Penyebrangan Wijayapura sekitar pukul 12.10 WIB.

Baca Juga:  Peran Aktif Satgas Pemilu 2019, Kawal Sosialisasi Dan Tatap Muka Aldy Fayruz

Dengan menggunakan kapal Pengayoman II, rombongan napi menyebrang ke Dermaga Sodong di Pulau Nusakambangan, Cilacap JawaTengah.
Erwedi Supriyanto Koordinator Lapas Se Nusakambangan dan Cilacap mengatakan, adasebanyak 76 orang narapidana yang dipindahkan. Dengan kasus narkoba, pembunuhan dan juga perampokan.

“Dari jumlah tersebut, 64 napi kasus narkoba, 11 orang kasus pembunuhan dan satu orang napi kasus perampokan. Mereka langsung dibawa ke Lapas High Risk Karanganyar Nusakambangan,” katanya.

Baca Juga:  DLHK Kota Salatiga, Dorong Paguyuban Bank Sampah Salatiga Bentuk Bank Sampah Induk

Ia menjelaskan, kenapa mereka dibawa ke Lapas High Risk Karanganyar? dikarenakan hukuman para napi ini ada yang seumur hidup, pidana penjara lebih dari 8 tahun dan ada yang hukuman mati dengan rincian, tiga orang pidana mati, 42 orang pidana seumur hidup, dan 31 orang pidana penjara sementara lebih dari 8 tahun.

Baca Juga:  Satgasud TNI Siagakan Ribuan Personel dan Alutsista untuk Pengamanan VVIP di Bali: Operasi Terpadu 24 Jam untuk HLF MSP dan IAF 2024

“Saat ini penghuni Lapas High Risk sekitar 282 orang. Jika ditambah 76 narapidana dari Lapas dan Rutan di Provinsi Lampung, maka jumlah napi yang menghuni Lapas High Risk Karanganyar sebanyak 358 orang. Mereka berada di lapas dengan sistem keamanan tinggi, dan menempati satu sel satu orang,” pungkasnya.
(A. Ali)