Kendari, Beritaglobal.net – Sebelumnya kerusuhan terjadi di Perusahaan Mega Industri PT. Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) yang menyebabkan rusaknya beberapa alat dan fasilitas perusahaan, serta di amankannys beberapa oknum yang diduga oleh pihak kepolisian sebagai provokator, (17/12).

Hal ini pun mendapatkan tanggapan dari Kordinator Presidium Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Nizar Fachry Adam yang menilai ada kekeliruan dalam manajemen perusahaan tersebut, khususnya terkait fungsi kontrol terhadap Tenaga kerja lokal.

Baca Juga:  Sempat Terlantar di Salatiga, Nenek Asal Klaten Akhirnya Bertemu Keluarga Berkat Kesabaran Anggota Polsek Tingkir

“Kerusuhan di PT. VDNI terjadi karena ada fungsi kontrol yang hilang dalam manajemen perusahaan tersebut khususnya terkait persoalan Tenaga kerja,” jelas Aktivis nasional yang malang melintang memperhatikan sektor Pertambangan.

Baca Juga:  Terobosan Digital! WFA di Kanwil Kemenkumham Jatim, Pelayanan Publik Tetap Prima

Ia menambahkan perlunya perombakan secepatnya, dengan mendorong komunikasi dua arah antara Tenaga Kerja dan pihak PT. VDNI yang di jembatani Pemerintah Daerah.

“Pemerintah Daerah secepatnya mesti mengabil peran untuk membangun komunikasi dua arah antara pihak manajemen Perusahaan dan Tenaga kerja lokal yang menuntut hak,” harapnya.

Baca Juga:  Kembangkan Cabai Keriting dan Gorga, Kelompok Tani Mekar Sari Terima Bantuan Kementan 245 Juta Rupiah

Lanjutnya ketika tidak di akomodirnya tenaga kerja dengan baik maka hal seperti kemarin dapat berulang terjadi, dan ia merasa semua pihak mesti bertanggungjawab atas terjadinya kerusuhan ini.

“Semua pihak mesti bertanggungjawab atas hal ini dan jangan ada saling tuduh menuduh agar persoalan ini tak melebar,” tutupnya