Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) KH. M. Faizun menyatakan dengan tegas menolak adanya gerakan pengerahan masa atau People Power, Selasa (14/05/2019). (Foto: dok. Humas Polres Temanggung)

Temanggung, beritaglobal.net – Menyikapi berkembangnya isu pengerahan masa atau People Power pasca Pemilu 2019, membuat tokoh agama di Kabupaten Temanggung angkat bicara.

Baca Juga:  Operasi Zebra Semeru 2025 di Tuban: 21 Remaja Balap Liar Diamankan, 17 Motor Disita dalam Razia Tengah Malam

Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) KH. M. Faizun menyatakan dengan tegas menolak adanya gerakan pengerahan masa atau People Power, ia menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat khususnya di Kabupaten Temanggung agar tidak mudah terprovokasi berkaitan dengan hasil Pilpres 2019.

“Kami menolak dengan tegas aksi pengerahan masa atau people power yang tidak sesuai dengan prinsip demokrasi dan bertentangan dengan nilai luhur pancasila,” ujarnya, Selasa (14/05/2019) kepada beritaglobal.net.

Baca Juga:  Triwulan I Aman Terkendali, Kapolda Jatim Tekankan Deteksi Dini!

Dirinya menambahkan, masyarakat agar bersabar dan menghormati hasil rekapitulasi yang diumumkan oleh lembaga penyelenggara pemilu yang sah yaitu KPU, ia berharap masyarakat bisa lebih cerdas dalam bertindak dan berperilaku apalagi saat ini masih dalam bulan Ramadhan.

Baca Juga:  Bagaikan Kota Madinah Dengan Piagam Madinahnya, Masyarakat Kota Salatiga Berinteraksi Dalam Balutan Keberagaman Budaya Dan Keyakinan

“Mari kita ikuti proses demokrasi ini dengan baik dan kita tunggu serta terima hasil pengumuman dari KPU, semoga kita semua selalu mendapat hidayah dari Allah SWT untuk senantiasa menjaga keutuhan bangsa dan negara NKRI tecinta ini,” pungkasnya. (Ratmaningsih)