Peserta KKL Fakultas Syariah IAIN Salatiga, saat mengikuti paparan Tugas Pokok dan Fungsi KPK, di Gedung Olah Raga KPK, Jakarta Pusat. (Dok FS IAIN)

Jakarta, beritaglobal.net – Menanamkan mental anti korupsi Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga Kunjungi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (25/04/2018).

Masih dalam rangkaian acara KKL Fakultas Syariah IAIN, ratusan mahasiswa dari jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI), Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Hukum Tata Negara (HTN), diterima staf Direktorat Pendidikan dan Pemberantasan Korupsi di Gedung KPK Jakarta Pusat.

Baca Juga:  Kembangkan Cabai Keriting dan Gorga, Kelompok Tani Mekar Sari Terima Bantuan Kementan 245 Juta Rupiah

Dekan Fakultas Syariah IAIN Salatiga Dr. Siti Zumrotun, M. Ag., memberikan sambutan tentang maksud dan tujuan kedatangannya ke KPK supaya mahasiswa mengerti Tugas Pokok Fungsi dan Efektifitas KPK sebagai lembaga Independen dalam Penegakan Tindak Pidana Korupsi.

“Yang paling prinsip adalah bagaimana kemudian mahasiswa memahami tugas pokok fungsi KPK dan proses-proses penegakannya,” ujar Zumrotun.

Baca Juga:  Sinergitas Patroli Gabungan Anggota Polsek Mantingan Dan Koramil 0805/12 Mantingan Dalam Membantu Warga

Selepas sambutan Dekan Fakultas Syariah IAIN Salatiga, kemudian Ketua Direktorat Pendidikan dan Pemberantasan Korupsi KPK, diwakili Siti Patimah menyampaikan bahwa tugas Pokok Fungsi KPK tidak hanya pada Penindakan Korupsi namun sesuai amanah pasal 6 Undang – Undang No. 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi meliputi koordinasi, supervisi, pencegahan dan monitoring.

“Secara yuridis kita harus menjalankan 5 tugas pokok kita yang termuat dalam pasal 6 Undang – Undang No. 30 tahun 2002,” kata Siti Patimah.

Baca Juga:  DPRD Buru Merasa Tidak Dihargai Oleh PT Waenibe Wood Industri terkait Tunggakkan Gaji Karyawan Selama 7 Bulan

Selanjutnya disampaikan Siti Patimah, jika perguruan tinggi ingin mengadakan kerjasama, maka KPK akan menerima dengan baik, karena 5 tugas pokok KPK akan semakin baik jika perguruan tinggi ingin membantu salah satunya dalam hal pencegahan dan monitoring.

“Kita sangat senang jika perguruan tinggi mau berkerjasama dengan kita, sehingga pencegahan dan monitoring bisa menyeluruh sampai ke daerah – daerah,” pungkas Patimah. (NJM/FMA)