Kuota PTSL Melejit, BPN Cilacap Gaspol Ajak Desa Amankan Tanah dari Sengketa!

Laporan: Widodo Mei Dwi

CILACAP | SUARAGLOBAL.COM – Angin segar berembus bagi masyarakat Kabupaten Cilacap. Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2026 mendadak “naik kelas”! Kuota yang semula 20.000 bidang kini melonjak menjadi 25.000 bidang setelah tambahan 5.000 dari pemerintah pusat.

Kepala Kantor Pertanahan Cilacap, Andri Kristanto, menegaskan pihaknya siap tancap gas demi memastikan program ini berjalan maksimal. Ia bahkan menjanjikan dukungan penuh kepada desa-desa agar peluang emas ini tak terlewat.

“Untuk tambahan 5 ribu bidang, sudah sekitar 2.500 yang mengajukan. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat luar biasa,” ungkap Andri saat ditemui di kantornya, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga:  Petugas Dishub Sampang Jadi Korban Tabrak Lari Saat Atur Lalin, Diduga Kelalaian Pengemudi Pick-Up

Lonjakan minat langsung terlihat di berbagai wilayah. Desa Sindangsari di Kecamatan Majenang dan Kelurahan Gunungsimping, Cilacap Tengah, menjadi pionir dengan cepat mengirimkan surat permohonan. Bahkan, pihak BPN berencana turun langsung menemui Camat Majenang untuk mempercepat proses.

Tak ingin ketinggalan, desa-desa lain pun didorong segera bergerak. Andri menargetkan seluruh pengajuan, baik 20 ribu maupun 25 ribu bidang, sudah masuk paling lambat Juni atau awal Juli 2026.

“Kalau sudah masuk semua, kita bisa kejar penyelesaian Agustus atau September,” tegasnya penuh optimisme.

Di sisi teknis, pekerjaan sudah berjalan cepat. Proses pemotretan udara menggunakan drone telah rampung untuk seluruh desa. Tahap berikutnya kini masuk ke pengukuran oleh pihak ketiga serta pengukuran manual di lapangan.

Baca Juga:  Hoho Kades Purwasaba Yang Bertato & Disukai Masyarakat Karena Kedermawanannya

Antusiasme warga semakin terasa saat sosialisasi di Desa Sidanegara, Kecamatan Kedungreja. Bahkan sebelum acara dimulai, sudah sekitar 500 warga mendaftar. Setelah sosialisasi, jumlah itu terus bertambah hingga warga meminta penambahan kuota.

Dari total Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) sebanyak 6.000 bidang di wilayah tersebut, Andri optimistis sekitar 4.000 bidang bisa ikut program PTSL, termasuk aset desa.

“Target tidak usah dikhawatirkan. Kami akan bantu sepenuhnya. Perkembangan menuju 25 ribu ini sudah sangat bagus,” ujarnya.

Baca Juga:  Akibat Tersulut Dendam, Tukang Parkir Nekat Bacok Pemuda di Surabaya, Ahkirnya Diamankan Polisi

Lebih dari sekadar program administrasi, PTSL dinilai memiliki dampak besar bagi masyarakat. Selain memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah, program ini juga mampu meningkatkan nilai ekonomi, mengurangi konflik lahan, hingga membangun kepercayaan diri warga dalam bertransaksi properti.

“Ini investasi jangka panjang bagi masyarakat. Tanah bersertifikat itu aman, bernilai, dan minim sengketa,” pungkas Andri.

Kini, masyarakat Cilacap diimbau tak menunda lagi. Kuota sudah tersedia, dukungan sudah maksimal tinggal kemauan untuk bergerak cepat agar peluang emas ini tidak terbuang sia-sia!. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!