Laporan: Ninis Indrawati

SAMPANG | SUARAGLOBAL.COM – Menyikapi insiden tragis di Ketapang yang mengakibatkan satu korban jiwa, Polres Sampang menginisiasi deklarasi kesepakatan bersama untuk memastikan penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Sampang 2024

berlangsung aman dan damai. Acara ini digelar di lapangan Mapolres Sampang dengan menghadirkan sejumlah tokoh penting.

Baca Juga:  32 PAC PP Simalungun Siap Menangkan Anton - Benni

Deklarasi tersebut dihadiri Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M.Si., Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Jatim Brigjen Pol Rudy Tranggono, dan Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Danny Alkadrie.

Hadir pula jajaran Forkopimda Kabupaten Sampang, perwakilan KPU dan Bawaslu, serta tokoh-tokoh organisasi masyarakat Islam setempat.

Baca Juga:  Dari Bedug hingga Hafalan Alquran: Semarak Jambore Anak Sholeh 2024 di Salatiga

Yang menjadi sorotan dalam acara ini adalah kehadiran kedua pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sampang 2024 beserta tim sukses mereka. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga suasana kondusif selama pelaksanaan Pilkada.

Dalam sambutannya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto menekankan pentingnya menjaga situasi damai pasca-insiden di Ketapang.

Baca Juga:  Tekan Kriminalitas 2026, Polres Probolinggo Maksimalkan Patroli dan Libatkan Warga

Ia meminta kedua Paslon untuk memberikan pemahaman kepada para pendukungnya agar tidak terprovokasi dan menghindari tindakan yang berpotensi melanggar hukum.

“Insiden di Ketapang harus menjadi yang terakhir. Kepolisian akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam kekerasan, termasuk penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya H. Jimmy,” ujar Irjen Pol Imam Sugianto dengan tegas.

Baca Juga:  Rayakan HUT TNI ke-80 Tanpa Karangan Bunga, Kodim 0714/Salatiga Tanam Harapan Lewat Bibit Buah

Untuk pengamanan Pilkada, Polda Jatim telah mempersiapkan langkah strategis dengan mengerahkan personel dalam jumlah besar, termasuk bantuan BKO dari Brimob Mabes Polri.

Fokus utama pengamanan adalah tahap pungut suara, penghitungan, hingga rekapitulasi yang dianggap sebagai momen krusial.

Baca Juga:  Humanis dan Peduli! Polres Salatiga Gelar Layanan Cek Kesehatan Gratis dalam Peringatan May Day 2026

Di hadapan peserta deklarasi, Kapolda Jatim menegaskan bahwa TNI-Polri akan bersikap netral selama tahapan Pilkada berlangsung.

Hal ini bertujuan untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan jujur dan adil tanpa keberpihakan kepada salah satu pihak.

Baca Juga:  Bukber Penuh Makna: Ratusan Jurnalis Surabaya Perkuat Solidaritas dan Kebersamaan 

“TNI-Polri akan tetap berada di tengah, menjaga stabilitas agar Pilkada serentak di Sampang berlangsung tertib dan kondusif,” ujarnya.

Puncak acara ini adalah penandatanganan deklarasi oleh kedua pasangan calon, Forkopimda, KPU, Bawaslu, serta tokoh masyarakat.

Baca Juga:  Grand Opening: Fortuna Fitness & Café Hadir di Sidoarjo: Tempat Nongkrong Sehat Rasa Bintang Lima, Harga Kaki Lima

Momen ini menjadi simbol keseriusan semua pihak untuk menciptakan suasana damai di tengah dinamika politik.

Deklarasi ini diharapkan dapat menjadi titik awal terciptanya Pilkada yang aman, tanpa adanya konflik yang dapat merugikan masyarakat.

Baca Juga:  Misteri Koper Merah Terungkap: Polda Jatim Amankan Pelaku Mutilasi Wanita Asal Blitar

Kapolda Jatim juga berpesan kepada semua pihak, termasuk tim sukses dan pendukung, untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan saling menjaga kedamaian selama proses Pilkada berlangsung.

Dengan komitmen dan sinergi berbagai elemen, masyarakat Sampang diharapkan dapat menikmati proses demokrasi yang damai dan bermartabat. (*)