INS masih menjalani perawatan instensif di RST dr. Asmir Kota Salatiga

Salatiga, beritaglobal.net – Nasib nahas dialami oleh INS (17), seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) di Kota Salatiga. Saat sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di dapur hotel Le Beringin, Selasa (27/2) lalu.

Orang tua korban Sarjono (49) warga Macanan, Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir Kota Salatiga, saat di temui di luar ruang perawatan Rumah Sakit dr. Asmir Kota Salatiga, Senin (5/3), menjelaskan bahwa pasca kejadian pihak Le Beringin telah menyodorinya surat kesepakatan kronologi kejadian.

Baca Juga:  Kemnaker dan TikTok Perkuat Kolaborasi, Dorong Pengembangan Talenta Ekonomi Digital Nasional

Sarjono menjelaskan singkat, “Saya tidak membaca detail isi surat kesepakatan, hanya saja diinformasikan ke saya kalau itu surat kesepakatan kronologi kejadian, Mas. Saya masih fokus kepada kesembuhan anak saya,” jelas Sarjono singkat.

Baca Juga:  Pemikir dan Tokoh Marga Purba Berkumpul di Rakernas HPSI

“Luka bakar anak saya mulai dari sekujur lengan kanan, bagian perut dan paha kanan, untuk biaya perawatan malalui BPJS Kesehatan yang telah dibayar dari pihak hotel, Mas” imbuh Sarjono.

Sementara pihak managemen hotel diwakili oleh Yosep Maryono selaku HRD, saat dikonfirmasi oleh beritaglobal.net, terkait kronologi kejadian terbakarnya INS, menjawab melalui pesan tertulis di WhatsApp, “Maaf Mas ..bisa ke Mas Prabu Susilo di Jurnal Polis mas, pesan Mas Prabu Suruh kesana saja Mas,” jawab Yosep Maryono.

Baca Juga:  Judi Online Beromzet 1 Milyar di Bongkar Polrestabes Surabaya

Saat ditanya lebih lanjut tentang kapasitas Prabu Susilo terhadap Hotel Le Beringin, Yosep tidak menjawab. (Agus S/Rudi S)