Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Komitmen dalam memperkuat kesiapsiagaan dan profesionalisme aparat kepolisian kembali ditegaskan melalui gelaran Latihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) K-9 SAR Cadaver tingkat Polda Jawa Tengah yang resmi dilaksanakan di Pendopo Widya Qasana Tribrata Polres Salatiga, Kamis (17/04/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk mengasah kemampuan teknis dan taktis personel, khususnya dalam misi pencarian dan penyelamatan korban. Puluhan personel Unit K-9 dari jajaran Polda Jawa Tengah diterjunkan dalam latihan ini, bersinergi dengan Unit K-9 SAR Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri.

Kolaborasi lintas satuan tersebut menjadi kunci dalam memperkuat profesionalisme, terutama dalam menghadapi situasi darurat seperti bencana alam maupun kondisi khusus yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan penanganan.

Baca Juga:  Lulusan Universitas Dinamika Siap Menyongsong Era Digital dengan Sertifikasi Internasional Adobe

Dalam sambutannya, Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta serta pejabat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Selamat datang di Kota Salatiga. Kami merasa bangga dapat menjadi tuan rumah kegiatan Latkatpuan K-9 ini. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan personel Polri dalam menghadapi berbagai situasi kontinjensi,” sambut AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H.

Suasana pembukaan berlangsung penuh semangat, mencerminkan tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti rangkaian pelatihan. Latkatpuan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik lapangan yang menuntut ketajaman insting serta koordinasi antara handler dan anjing pelacak.

Baca Juga:  Polsek Prambon Dorong Pemanfaatan Lahan Perkarangan Demi Ketahanan Pangan Keluarga

Peran vital K-9 dalam operasi kemanusiaan turut ditekankan oleh perwakilan Ditpolsatwa Baharkam Polri, Iptu Eramus Helmi. Ia menegaskan bahwa kemampuan anjing pelacak menjadi faktor krusial dalam keberhasilan misi pencarian korban.

“Kemampuan K-9 dalam mendeteksi korban sangat krusial, terutama pada kondisi bencana alam maupun kejadian khusus. Oleh karena itu, latihan ini diharapkan mampu meningkatkan sinergitas antara handler dan anjing pelacak agar lebih optimal di lapangan,” jelasnya.

Penegasan serupa juga disampaikan Dirsamapta Polda Jawa Tengah Kombes Pol Dr. Risto Samodra, S.Sos., S.I.K., S.H., M.H. yang menilai Latkatpuan sebagai bagian penting dari investasi kemampuan personel.

“Latihan ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi merupakan investasi kemampuan yang harus terus diasah. Dengan kemampuan K-9 yang terlatih dan responsif, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam tugas-tugas kemanusiaan serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegasnya.

Baca Juga:  Seleksi Menuju Pemimpin Masa Depan, Antusiasme Tinggi, SMA Negeri Taruna Jatim Diserbu Pendaftar dari Seluruh Indonesia

Selama beberapa hari ke depan, peserta akan menjalani berbagai materi pelatihan intensif, mulai dari teknik pencarian korban, peningkatan insting pelacakan, hingga simulasi penanganan di lapangan yang dirancang mendekati kondisi riil.

Latihan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat soliditas antar satuan, serta memastikan kesiapan operasional Polri dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

Dengan adanya Latkatpuan K-9 SAR Cadaver ini, diharapkan seluruh personel mampu meningkatkan kompetensi secara menyeluruh, sehingga kehadiran Polri dalam setiap operasi kemanusiaan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (*)