Laporan: Budi Santoso

NGAWI | SUARAGLOBAL.COM – Tradisi Sedekah Bumi atau Bersih Desa yang telah diwariskan secara turun-temurun kembali digelar meriah oleh masyarakat Dusun Grasak, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Tradisi yang menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa tersebut diwujudkan melalui pagelaran wayang kulit sehari semalam yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026).

Kegiatan tahunan yang selalu digelar setiap Jumat Pahing itu menjadi salah satu agenda budaya yang dinanti masyarakat. Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan rezeki dan keselamatan, tradisi ini juga menjadi sarana menjaga kelestarian adat dan budaya Jawa yang telah mengakar kuat di tengah kehidupan masyarakat.

Sejak sore hari, ratusan warga dari berbagai desa mulai memadati halaman Sawukandang Dusun Grasak yang menjadi lokasi penyelenggaraan acara. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit yang menampilkan dalang kondang Ki Budi Prasetyo dari Kedunggayam, Gondang, Sragen.

Baca Juga:  Peringati Harlah ke-92! GP Ansor Gowes 123 Km, Satukan Energi Anak Muda Telusuri Jejak Ulama dari Bangkalan ke Jombang

Pada kesempatan tersebut, Ki Budi Prasetyo membawakan lakon “Baratayuda” atau yang dikenal pula dengan tema “Seraning Angkara Murka”, sebuah kisah yang sarat pesan moral tentang perjuangan menegakkan kebenaran dan melawan kejahatan.

Pagelaran budaya itu semakin semarak dengan iringan kelompok karawitan Samadya, yang membawakan alunan gamelan khas Jawa sehingga menciptakan suasana sakral sekaligus menghibur masyarakat yang hadir hingga larut malam.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Gondang, Wsarsito, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh warga Dusun Grasak yang telah bergotong royong demi terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, Sedekah Bumi bukan sekadar hiburan tahunan, tetapi merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berbagai nikmat yang telah diberikan kepada masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Dusun Grasak atas kekompakan dan semangat gotong royongnya. Berkat kebersamaan inilah acara rutin tahunan Sedekah Bumi dapat terlaksana dengan baik. Semoga tradisi ini terus dilestarikan dan bisa dilaksanakan setiap tahun,” ujar Wsarsito.

Baca Juga:  Danrem 073/Makutarama Pastikan Koperasi Merah Putih 100% Rampung, Siap Ringankan Beban Warga Semarang

Ia menambahkan, keberadaan tradisi Bersih Desa juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus memperkenalkan budaya Jawa kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Acara Sedekah Bumi tahun ini turut dihadiri unsur Forkopimcam Gondang, Kepala Desa Gondang beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, para seniman se-Kecamatan Gondang, serta ratusan warga yang datang dari berbagai wilayah sekitar.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menunjukkan bahwa tradisi Sedekah Bumi masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat dan menjadi momentum memperkuat persatuan serta kebersamaan.

Ketua panitia pelaksana, Darmono, mengungkapkan bahwa kegiatan Sedekah Bumi merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

Baca Juga:  Sinergi Ekonomi dan Penegakan Hukum: Pj Bupati Sampang Gandeng BNNP Jatim Perangi Narkoba

Menurutnya, selain sebagai upaya melestarikan adat budaya Jawa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memanjatkan doa dan rasa syukur kepada Allah SWT agar seluruh warga diberikan kesehatan, rezeki yang cukup, serta keselamatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Sedekah Bumi ini merupakan ungkapan puji syukur kepada Allah SWT. Kami berharap seluruh masyarakat diberikan kesehatan, keselamatan dan rezeki yang melimpah. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga yang telah membantu baik tenaga, materi maupun pemikiran sehingga acara ini dapat terlaksana dengan sukses,” tutur Darmono.

Dengan tetap terjaganya tradisi Sedekah Bumi yang diwariskan dari generasi ke generasi, masyarakat Dusun Grasak berharap nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, serta kecintaan terhadap budaya Jawa akan terus hidup dan menjadi identitas yang membanggakan bagi Desa Gondang di masa mendatang. (*)