Mental Kuat, Integritas Harga Mati! Arahan Tegas dari Kakanwil Ditjenpas
Laporan: Widodo Mei Dwi
NUSAKAMBANGAN | SUARAGLOBAL.COM — Suasana Lapangan Tenis Nusakambangan mendadak berubah serius pada Jumat (16/01/26). Puluhan pegawai Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terlihat menyimak dengan seksama arahan tegas dari Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso.
Lewat nada tegas namun penuh motivasi, Mardi Santoso menekankan betapa pentingnya pembinaan mental di tubuh Kemenimipas. Baginya, mental aparatur bukan sekadar atribut tambahan, tetapi fondasi utama dalam membentuk aparatur yang profesional, berintegritas, dan tahan banting menghadapi tekanan tugas.
“Pembinaan mental terpadu ini adalah sarana membangun kepribadian aparatur yang tangguh, solid, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi serta negara,” seru Mardi di hadapan para peserta.
Tak hanya soal mental, Mardi juga menyinggung soal disiplin dan etika. Menurutnya, dua hal itu adalah “tameng” sekaligus “identitas” aparatur negara, terutama yang mengemban tugas di bidang pemasyarakatan dan imigrasi yang penuh risiko dan sarat tantangan.
Mardi mengingatkan bahwa dinamika pekerjaan di Kemenimipas tidak bisa dipandang sebelah mata. Tuntutan publik yang semakin tinggi terhadap pelayanan negara membuat aparatur harus kuat secara moral, mental, dan organisasi.
Ia pun mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan ini sebagai ajang memperkuat solidaritas sesama pegawai, meningkatkan kesadaran diri, serta mempertebal integritas dalam menjalankan amanah negara.
“Aparatur Kemenimipas harus menunjukkan sikap, etika, dan profesionalisme baik di dalam maupun di luar kedinasan,” sambungnya.
Kegiatan Pembinaan Mental Terpadu kali ini diikuti pegawai dari berbagai satuan kerja di bawah Kemenimipas. Energi positif tampak mengalir sepanjang kegiatan. Para peserta terlihat antusias, tertib, dan terlibat aktif dalam kegiatan yang dikemas untuk membentuk karakter aparatur kelas satu.
Tak hanya berhenti pada sesi arahan, kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya pembiasaan nilai organisasi, penanaman integritas, serta pembentukan loyalitas terhadap tugas, institusi, dan negara. Atmosfer kebersamaan terasa kuat di Nusakambangan pada hari itu.
Melalui kegiatan ini, Ditjenpas berharap lahir pegawai-pegawai bermental kuat, tak mudah goyah, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Aparatur yang bukan hanya cakap teknis, tetapi juga kokoh secara moral.
Kemenimipas sendiri menaruh harapan besar bahwa pembinaan mental semacam ini bisa terus berkelanjutan dan menjadi bagian dari kultur organisasi. (*)




Tinggalkan Balasan