Visual Gunung Merapi dari pantauan komunitas Merapi. (Foto: dok. Relawan Merapi/FMA)

Sleman, beritaglobal.net – Gunung Merapi kembali muntahkan awan panas guguran, Minggu ( 21/7/19 ) pagi.

Dilansir beritaglobal.net dari twitter resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), gunung api teraktif di Indonesia ini tercatat mengeluarkan awan panas guguran pada pukul 09.04 WIB.

Baca Juga:  Bung Joe: 'Jaga Harga Diri Seorang Wakil Rakyat, Jangan Sampai Salah Pilih Sebab Suara Bisa Dibeli'

“Terjadi awan panas guguran di gunung Merapi pada tanggal 21 Juli 2019 pada pukul 09.04 WIB. Awan panas guguran terekam di seismogram dengan amplitudo 65 mm dan dirasi 110 detik,” dalam release BPPTKG.

Baca Juga:  Satpam 45 Tahun Mengabdi: Kapolres Lamongan Tekankan Profesionalisme Garda Keamanan

Awan panas guguran kali ini meluncur ke arah tenggara atau hulu kali gendol dengan jarak luncur sejauh 1.100 meter.

Meski demikian BPPTKG belum menaikkan status gunung Merapi, yang sejak 21 Mei 2018 masih berstatus waspada level II.

Baca Juga:  Pemungutan Suara Bertepatan Dengan Hari Kasih Sayang, Polres Salatiga Bagi-Bagi Coklat

“Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Serta menjauhi aktivitas di radius 3 KM dari puncak Merapi,” himbau BPPTKG. (Fera Marita)