Laporan: Ninis Indrawati

NGANJUK | SUARAGLOBAL.COM – Upaya menciptakan kemandirian pangan terus digalakkan di berbagai daerah. Salah satunya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjunganom, AIPTU Saktian Suryani, yang turut mendukung pemanfaatan lahan pekarangan sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan masyarakat, Selasa (5/8/2025).

Bersama aparat kelurahan dan masyarakat, AIPTU Saktian memantau sekaligus mendampingi kegiatan penanaman berbagai jenis sayuran di halaman Kantor Kelurahan Tanjunganom. Tanaman yang dibudidayakan di antaranya cabai, terong, dan jenis sayuran lain yang ditanam dalam media polybag.

Baca Juga:  Bangun Masa Depan dari Dalam Rutan! Rutan Salatiga Gandeng Disdik Wujudkan Pendidikan Kesetaraan untuk Warga Binaan

Menurutnya, metode ini sangat cocok diterapkan di lingkungan yang memiliki keterbatasan lahan, seperti kawasan permukiman padat. Selain mudah dalam perawatan, hasil panennya pun dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan harian.

Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M. menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk nyata dukungan terhadap kebijakan nasional serta pendekatan humanis kepada masyarakat.

Baca Juga:  Kurang dari 24 Jam, Polres Ngawi Ringkus Komplotan Curanmor Lintas Provinsi Beraksi di 17 TKP Jawa Timur–Jawa Tengah

“Bhabinkamtibmas memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk lebih mandiri dalam hal pangan. Ini adalah bagian dari kontribusi Polri untuk mewujudkan stabilitas dan kesejahteraan di tingkat akar rumput,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Tanjunganom, Rianto, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang dibangun dengan kepolisian. Ia berharap kegiatan ini menjadi pemicu semangat warga lain untuk turut memanfaatkan pekarangan rumah mereka secara produktif.

Baca Juga:  Tragedi Palang Pintu Magetan: Diduga Human Error Sebabkan 4 Tewas dan 4 Luka Berat Dihantam KA Malioboro

“Gerakan sederhana seperti ini bila dilakukan secara luas akan membawa dampak besar, tidak hanya dalam aspek ketahanan pangan tetapi juga pemberdayaan masyarakat,” tutur Rianto.

Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat semakin tergerak untuk menanam dan memproduksi kebutuhan pangan sendiri dari lahan yang tersedia, sekecil apa pun luasnya. (*)