Istimewa

  Laporan: W Widodo

DEMAK | SUARAGLOBAL.COM – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., bersama Pj. Gubernur Jawa Tengah, Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Nana Sudjana, M.M., dan Kapolda Jawa Tengah Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi, S.St.Mk., S.H. mendampingi Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo dalam tinjauan langsung ke lokasi terdampak banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Presiden Jokowi, didampingi oleh Pangdam IV/Diponegoro dan pejabat lainnya, melakukan peninjauan langsung di beberapa titik terdampak banjir di Kabupaten Demak. Beliau secara langsung berdialog dengan warga setempat serta petugas penanggulangan bencana untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang situasi terkini.

Baca Juga:  Sat Resnarkoba Polres Salatiga Bagikan Sembako dan Edukasi Anti-Narkoba: Upaya Sinergi dengan Masyarakat Cegah Bahaya Narkoba

Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Richard Harison, S.I.P. mengungkapkan bahwa Kodam IV/Diponegoro berkomitmen untuk memberikan bantuan dan dukungan penuh dalam upaya penanganan dampak bencana tersebut.

“Kami selalu siap memberikan bantuan setiap saat dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jelang Pemilu 2024, Kapolres Salatiga Cek Ranmor Dinas dan Alsus

Kunjungan ke lokasi terdampak banjir di Kabupaten Demak ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani bencana alam serta memberikan dukungan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Langkah-langkah konkret untuk rehabilitasi dan rekonstruksi daerah terdampak banjir juga telah dipersiapkan untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Baca Juga:  Satgas Pangan Polda Jatim Sidak Pasar, Pastikan Stabilitas Harga Jelang Ramadan

BNPB menyatakan bahwa kondisi banjir di Kabupaten Demak semakin memburuk setelah enam tanggul pembatas aliran sungai di daerah tersebut jebol. Akibatnya, sebanyak 24.436 warga Kabupaten Demak masih terpaksa mengungsi karena rumah mereka masih terendam banjir.

“Kodam IV/Diponegoro bersama dengan instansi terkait, berkomitmen dalam mengatasi dampak buruk yang ditimbulkan oleh bencana alam ini,” pungkas Kapendam. (*)