Laporan: Ninis Indrawati

KABUPATEN SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) yang ke-166, Pemerintah Sidoarjo menegaskan komitmennya dalam menangani persoalan bencana hidrometeorologi, terutama banjir. Hal ini menjadi perhatian utama mengingat posisi geografis Sidoarjo yang rentan terhadap dampak pasang surut air laut dan curah hujan tinggi.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo, Subandi, menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana banjir.

Baca Juga:  Derita Sakit Menahun, Akhirnya Lanjar Nekat Ambil Keputusan Ini

Dalam sebuah diskusi publik di Pendopo Delta Wibawa, Subandi menyampaikan bahwa Kabupaten Sidoarjo memiliki tantangan unik sebagai wilayah yang berada di dekat muara. Kondisi ini menyebabkan potensi genangan semakin besar ketika pasang air laut bersamaan dengan hujan deras.

“Faktor geografis Sidoarjo memang berisiko, tetapi ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, seperti tidak membuang sampah ke sungai, juga menjadi bagian penting dari solusi,” ujar Subandi.

Baca Juga:  Dukung Operasi Patuh Candi 2018 Polsek Bawen Lakukan Pendekatan Kepada Awak Aangkutan Umum

Ia menjelaskan bahwa Pemkab Sidoarjo telah mengambil sejumlah langkah konkret untuk mengantisipasi banjir. Salah satunya melalui program jihad rawat kali, yang bertujuan menjaga kebersihan sungai dan saluran air.

Program ini tidak hanya melibatkan petugas pemerintah, tetapi juga mengundang partisipasi masyarakat untuk bergotong royong membersihkan lingkungan.

Baca Juga:  SSSST....!! SYAHRINI KASIH BOCORAN MENJELANG GELAR SILET AWARD 2017

Selain itu, langkah teknis lainnya seperti pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan, pembangunan tanggul, dan perbaikan drainase terus dilakukan. “Kami juga memastikan normalisasi saluran irigasi berjalan lancar. Infrastruktur pengendalian banjir menjadi prioritas utama untuk mencegah banjir meluas di musim penghujan,” tambahnya.

Menurut Subandi, koordinasi antara berbagai pihak, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga pemerintah tingkat kecamatan, menjadi kunci keberhasilan penanganan banjir. Pemerintah juga mempercepat pelaksanaan proyek infrastruktur strategis yang telah direncanakan sebelumnya, agar dampaknya segera dirasakan masyarakat.

Baca Juga:  Mas Ibas Gaspol Ketahanan Pangan! Gapoktan Ngawi Jadi Prioritas, Petani Diminta Naik Kelas

Subandi mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Harjasda ke-166 ini sebagai waktu refleksi bersama. “Ini adalah momen penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat menghadapi tantangan lingkungan, menciptakan Sidoarjo yang lebih baik dan berkelanjutan,” tutupnya optimis.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Sidoarjo berharap dampak banjir di wilayahnya dapat ditekan seminimal mungkin, sekaligus mendorong terciptanya kesadaran lingkungan yang lebih tinggi di masyarakat. (*)