Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menunjukkan kepeduliannya terhadap para korban tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM), tim psikologi Polda Jatim menggelar kegiatan trauma healing bagi santri penyintas maupun keluarga korban, Selasa (30/9/2025).

Dipimpin langsung oleh Kabag Psikologi Ro SDM Polda Jatim, AKBP Dr. Mochammad Mujib, S.Psi., M.Psi., Psikolog, kegiatan dilaksanakan di Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo, tempat para korban selamat tengah menjalani perawatan medis. Empat santri yang selamat dari musibah tersebut, masing-masing MM (15), NK (16), MY (16), dan BU (14), menjadi fokus utama pendampingan.

Baca Juga:  Seni dan Kreativitas: Ida Nurul Farida Dukung Penguatan Budaya Lokal dan Membentuk Karakter Positif Generasi Muda

Selain para santri, tim psikologi juga memberikan dukungan emosional kepada keluarga yang mendampingi di rumah sakit. “Pendampingan juga kami berikan kepada keluarga korban yang tengah berada di rumah sakit,” terang AKBP Mujib.

Dalam sesi trauma healing, tim mendengarkan pengalaman korban secara empatik, memberikan validasi terhadap emosi yang muncul, serta menumbuhkan motivasi agar para santri mampu melewati masa sulit pasca-trauma. Edukasi turut diberikan kepada keluarga agar dapat memberikan dukungan moral yang efektif di tengah proses pemulihan anak-anak mereka.

Baca Juga:  Gebyar HUT ke-80 RI, Desa Tulakan Hidupkan Malam dengan Turnamen Voli Dengan Hadiah Uang Pembinaan dan Doorprize

“Melalui pendampingan ini, para korban mampu mengungkapkan rasa takut dan cemas, serta tumbuh kesadaran bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah ini. Ada banyak pihak yang peduli dan siap membantu,” jelas Mujib.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan semangat dan rasa percaya diri pada santri, serta interaksi positif antar keluarga korban. Polda Jatim juga menyiapkan pendampingan berkala untuk memantau perkembangan psikologis para penyintas dan keluarga.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan bahwa upaya trauma healing merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. “Kita bantu agar segera pulih secara fisik maupun mental, serta bisa kembali menjalani aktivitas dengan penuh semangat,” ujarnya.

Baca Juga:  Patroli Genthong: Inovasi Kepedulian Polsek Kampak Trenggalek Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Lebih lanjut, Kombes Abast menyampaikan bahwa hingga saat ini personel Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo masih disiagakan 24 jam secara bergantian di lokasi untuk membantu proses evakuasi dan penanganan lanjutan.

Tragedi runtuhnya bangunan Ponpes Al-Khoziny menjadi duka mendalam bagi masyarakat Sidoarjo. Kehadiran Polda Jatim melalui trauma healing ini diharapkan mampu menjadi penguat semangat dan pengobat luka batin bagi para santri maupun keluarga yang ditinggalkan. (*)