Peserta pawai ta’aruf Dusun Ngentaksari, Desa Kesongo, dalam rangkaian peringatan Haflah Akhirussanah Pondok pesantren Al Azhar, Sabtu (27/04/2019). (Foto: dok. istimewa/FMA)

Ungaran, beritaglobal.net – Tidak kurang dari dua ribuan peserta dari 7 kontingen turut memeriahkan pawai ta’aruf, Sabtu (27/04/2019). Pawai yang digelar sekira pukul 19.00 WIB ini merupakan salah satu rangkaian acara peringatan Haflah Akhirussanah Pondok pesantren Al Azhar, Dusun Ngentaksari, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Baca Juga:  Bupati dan Wakil Bupati Semarang Bersama Dirbinmas Polda Jateng Tetapkan Pasar Suruh Sebagai Pasar Tangguh Nusantara Candi Polres Semarang 2020

Saat dikonfirmasi beritaglobal.net, Supriyadi selaku Kepala Desa Kesongo, acara ini mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat sekitar.

“Warga Dusun Ngentaksari mendukung penuh acara pawai ta’aruf ini. Bahkan ada juga warga dari luar Desa Kesongo yang ikut ambil bagian dalam pawai ini,” ujar Supriyadi.

Tak hanya pawai yang menampilkan kreasi dari masing – masing RT yang ada di Dusun Ngentaksari dan sekitarnya, acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan pentas seni. Ada 5 panggung hiburan yang didirikan di 5 titik yang berbeda untuk menghibur warga dan pengunjung.

Baca Juga:  Periksa Kesehatan Anggota Polres Salatiga, Kombes Pol dr Tri Yuwono Putra : “Kesehatan bukan hal yang utama tapi tanpa kesehatan tidak ada yang berarti"
Kereta kuda kreasi warga Dusun Ngentaksari dalam pawai ta’aruf. (Foto: dok. istimewa/FMA)

“Setelah pawai akan ada pertunjukan Barongsai, Drumblek, Campursari dan Angklung. Panitia sudah menyiapkan 5 panggung hiburan untuk pentas seni malam ini,” imbuhnya.

Event yang digelar setiap 2 tahun sekali ini mengambil start dari Ponpes Al Azhar dan menempuh jarak sejauh 3,5 kilometer mengelilingi desa.

Baca Juga:  Doa Orang Tua, Kunci Sukses Generasi Penerus: Pesan Penuh Makna Sinoeng N Rachmadi di HUT RI ke-79
Pertunjukan barongsai

Kesenian tradisional keprajuritan

Seni pantomin warga Dusun Ngentaksari, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Seni Kuda Lumping

“Masyarakat Desa Kesongo sendiri bertekad mempertahankan tradisi ini di tengah era globalisasi agar generasi muda kita tidak lupa dengan budaya lokal yang kita miliki. Kita tidak hanya memberi hiburan kepada masyarakat tetapi juga menunjukkan keanekaragaman budaya dan kekayaan kreatifitas warga desa Kesongo,” pungkas Supriyadi. (Fera Marita)