Rumah BY tampak sepi saat dikunjungi beberapa waktu lalu. (Foto: HR)

Semarang, beritaglobal.net – Dampak dari dugaan perselingkuhan salah seorang oknum dosen di perguruan tinggi pelayaran Politeknik Maritim Negeri (Polimarin) Semarang, perwakilan perguruan tinggi tersebut akhirnya angkat bicara.

Sekretaris Polimarin Semarang, Febri ketika dikonfirmasi via telepon oleh beritaglobal.net mengaku belum menerima informasi dugaan perselingkuhan salah satu staf pengajarnya itu. Baik melalui surat resmi ataupun informasi lain.

Baca Juga:  Kakek Bejat, Bujuk Rayu Cucu Tirinya Berbuat Asusila Berakhir di Tahanan Polres Salatiga

Hal ini adalah adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan BY (31) warga Ambarawa, Kabupaten Semarang dengan seorang perempuan AS (31) warga Suruh, Kabupaten Semarang, yang sempat menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, ternyata laporan pengaduan masalah itu belum sampai ke kampusnya tempat BY mengajar yaitu Polimarin Semarang. BY selama ini menjadi tenaga pengajar di Politeknik Maritim Negeri (Polimarin) Semarang. Sedangkah perempuan selingkuhannya adalah AS, sebagai pengajar di perguruan tinggi swasta di Semarang.

Baca Juga:  Polda Jatim Bongkar Sindikat Pengoplosan LPG Bersubsidi di Jombang, 4 Pelaku Ditangkap!

“Kami belum ada informasi masalah dugaan perselingkuhan yang dilakukan BY, salah satu pengajar di Polimarin. Hanya saja, informasi ini nanti akan kami sampaikan kepada Direktur Polimarin, apabila sudah pulang dari dinas luar kota,” tandas Febri kepada beritaglobal.net, Senin (02/07/2018).

Seperti diberitakan sebelumnya, BY telah menjalin cinta terlarang dengan AS, yang merupakan istri dari SY, yang juga rekan BY semasa kuliah. Hubungan gelap ini terkuak langsung oleh istri BY, IR (30) yang kesehariannya menjadi tenaga medis di RSUD Ungaran, Kabupaten Semarang. (HR/KRS)

Baca Juga:  Polwan Polres Boyolali Sambut HUT ke-76 dengan Anjangsana: Wujud Nyata Kepedulian dan Solidaritas Keluarga Besar Polri

Berita sebelumnya :  Diduga Kencani Istri Teman Seangkatan Kuliah, Oknum Dosen Sebuah Akademi Pelayaran di Semarang Terancam Dilaporkan ke Polisi