Laporan: Iswahyudi Artya 

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Digital Talent Center (DTC) serta mempercepat peningkatan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) di Jawa Timur. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi Kepala Puslitbang APTIKA dan IKP BPSDM Kementerian Kominfo, Said Mirza Pahlevi, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Selasa (17/9/2024).

Adhy Karyono menyatakan bahwa pengembangan DTC merupakan langkah strategis untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan keterampilan digital. Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan talenta digital. “Jawa Timur harus bisa menjadi pusat pengembangan talenta digital. Masyarakat harus dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi, tidak hanya untuk memudahkan aktivitas sehari-hari, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Adhy dengan tegas.

Baca Juga:  Haul Mbah Syayyidi ke-23 Jadi Momentum Tingkatkan Kebersamaan dan Kebersihan Lingkungan di Sidoarjo

Lebih lanjut, Adhy menyoroti salah satu pilar penting dari IMDI, yaitu pemberdayaan masyarakat. Meskipun masyarakat Jawa Timur sudah cukup akrab dengan teknologi digital, pemanfaatannya dalam meningkatkan taraf hidup masih tergolong rendah. Oleh sebab itu, menurut Adhy, pemberdayaan masyarakat melalui teknologi digital harus menjadi prioritas utama yang perlu segera ditingkatkan. “Kita akan fokus pada pilar pemberdayaan ini, terutama agar masyarakat mampu menggunakan teknologi untuk meningkatkan omzet usaha dan menembus pasar internasional,” tambahnya.

Adhy juga menekankan bahwa Jawa Timur telah memiliki beberapa inisiatif unggulan, seperti Millenial Job Center (MJC) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, yang dijuluki sebagai Silicon Valley-nya Jawa Timur. Namun demikian, ia mengakui bahwa pengembangan pusat talenta digital yang lebih terstruktur sangat diperlukan agar masyarakat dapat memperoleh akses lebih luas terhadap pelatihan dan pemberdayaan digital.

Baca Juga:  Polres Salatiga Amankan Sejumlah Pemuda Yang Asyik Konsumsi Miras Di Tempat Umum Dan Puluhan Pengguna Knalpot Brong

Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), IMDI di Jawa Timur telah menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, dengan skor mencapai 46,07 pada tahun 2024. Meskipun demikian, Adhy optimis bahwa dengan kolaborasi lintas sektor dan peningkatan pusat pelatihan digital seperti DTC, pertumbuhan angka tersebut akan semakin cepat. “Sinergi antara pemerintah daerah, swasta, dan lembaga pendidikan sangat penting dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Timur,” jelas Adhy.

Sementara itu, Kepala Puslitbang APTIKA dan IKP BPSDM Kementerian Kominfo, Said Mirza Pahlevi, menekankan bahwa pengembangan IMDI tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. “Untuk meningkatkan IMDI, diperlukan sinergi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan berbagai dinas terkait. Kolaborasi ini penting agar semua sektor bisa bergerak bersama-sama,” terang Said.

Baca Juga:  Meneropong Siaga Polda Jatim: Tactical Floor Game Polda Jatim dalam Mengawal Pilkada 2024 dengan Ketat dan Terukur

Rencana pembangunan DTC di Jawa Timur ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih kuat dan menghasilkan peningkatan keterampilan digital yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat. “Dengan adanya DTC, masyarakat tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis, tetapi juga dapat memanfaatkan keterampilan digital untuk memperkuat daya saing mereka di pasar global,” pungkas Said.

Pembangunan Digital Talent Center di Jawa Timur diyakini akan menjadi katalisator penting dalam mewujudkan masyarakat digital yang berdaya saing tinggi, serta memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi terdepan dalam pengembangan ekosistem digital di Indonesia. (*)