Polres Trenggalek Berhasil Amankan 9 Tersangka Kasus Narkoba, 3 Diantaranya Residivis

Laporan: Ninis Indrawati

TRENGGALEK | SUARAGLOBAL.COM – Upaya mensukseskan program Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Polres Trenggalek Polda Jatim terus menggelorakan perang terhadap Narkoba.

Kali ini Satresnarkoba Polres Trenggalek Polda Jatim berhasil mengungkap 9 kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang selama bulan Oktober hingga 9 Desember 2024.

Baca Juga:  Sungguh Bejat Seorang Pria Mojosongo Boyolali Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur Hingga Hamil, Ini Jelasnya 

Sembilan kasus tersebut terdiri dari 7 kasus peredaran sabu-sabu dan 2 kasus peredaran pil dobel L.

\”Tersangka yang kami amankan sebanyak 9 tersangka jenis kelamin laki-laki semua,\” kata Kasatreskoba Satreskrim Polres Trenggalek, AKP Yoni Susilo, Kamis(12/12/2024).

Baca Juga:  Gegara Selendang Tersangkut Jeruji, Pasutri di Ngawi Tertabrak Truk Elpiji di Jalan Raya Widodaren–Ngrambe

Dari jumlah tersebut 3 tersangka diantaranya adalah residivis kasus yang sama maupun kasus tindak pidana umum lain.

Sedangkan total barang bukti yang diamankan adalah sabu-sabu seberat 15,85 gram dan pil double L 569 butir.

Baca Juga:  Advokasi Nyata Jadi Kunci Kepercayaan Publik, Ini Penegasan Agus Cahyono

AKP Yoni mengatakan salah satu tersangka yang berhasil ditangkap adalah HW atau Engkik (31) Warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek tersebut merupakan residivis dari perkara yang sama serta tindak Pidana umum.

\”Dari tangan tersangka, penyidik mengamankan narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bersih ± 8,6 gram yang dimasukan kedalam kemasan plastik klip,\” lanjutnya.

Baca Juga:  Polres Bangkalan Gelar Razia KRYD di Kwanyar, Puluhan Kendaraan dan Sajam Diamankan

Engkik menjajakan barang haram tersebut ke berbagai kalangan termasuk rekannya sendiri.

\”Modusnya bermacam-macam, tapi kebanyakan menggunakan sistem ranjau. Barang tersebut ditinggalkan di suatu titik yang sudah disetujui pengedar dan pembeli,\” jelas AKP Yoni.

Baca Juga:  Nina Agustin Tekankan Transparansi Koperasi: 36 Pengurus KKMP Ikuti Pelatihan Akuntansi, Dorong Kemandirian Ekonomi Kelurahan

Saat penangkapan, tersangka sempat melawan sehingga petugas harus melumpuhkan tersangka dengan melepaskan tembakan ke arah kaki korban.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!