Laporan: Ninis Indrawati

NGANJUK | SUARAGLOBAL.COM – Upaya mendukung ketahanan pangan terus digalakkan oleh jajaran Polres Nganjuk. Salah satu langkah konkret dilakukan oleh Polsek Bagor melalui pemantauan dan pendampingan warga dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman pangan, Kamis (22/05/2025).

Di Desa Bagorkulon, Kecamatan Bagor, program ini mulai menunjukkan hasil positif. Bhabinkamtibmas setempat, Bripka Rudy Erwanto, aktif mendampingi warga menanam cabai dan labu air sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan dapur sekaligus sumber penghasilan tambahan.

Baca Juga:  Tiga Lokasi Judi Sabung Ayam dan Dadu Ditindak, Polres Ponorogo Komitmen Berantas Penyakit Masyarakat

Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., menyebutkan bahwa pemanfaatan pekarangan warga adalah bentuk nyata dari sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal.

“Dengan memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah, warga bisa berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan keluarga. Ini menjadi langkah kecil namun sangat berarti untuk kemandirian desa,” ungkap Kapolres.

Baca Juga:  Integritas Jadi Kompas Moral, Kanwil Ditjenpas Jateng Ikat Komitmen Kepala UPT di Nusakambangan

Selain berdampak pada ketersediaan pangan, kegiatan ini juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengolah lahan secara produktif. Polsek Bagor, di bawah pimpinan AKP Sugino, S.H., terus mendukung kehadiran Bhabinkamtibmas sebagai motor penggerak perubahan di desa.

“Kami ingin Bhabinkamtibmas tidak hanya menjadi pengayom keamanan, tetapi juga agen pembangunan yang mampu memotivasi warga,” jelas Kapolsek.

Baca Juga:  Tabur Bunga di Laut Jawa, Polda Jatim Kenang Jasa Pahlawan di Hari Bhayangkara ke-79

Dengan budidaya tanaman seperti cabai dan labu air yang relatif mudah, masyarakat didorong untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Harapannya, program ini dapat ditiru oleh desa-desa lain dan menjadi bagian dari gerakan nasional ketahanan pangan berbasis komunitas. (*)