SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menggelar kegiatan silaturahmi dan doa bersama lintas agama yang diikuti sekitar 2.000 guru dari berbagai jenjang dan satuan pendidikan. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Dispendik Surabaya, Jagir Wonokromo, Jumat (12/12/2025), sebagai bagian dari peringatan Hari Guru Nasional (HGN) sekaligus persiapan menjelang Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun 2026.

Doa bersama ini melibatkan perwakilan enam agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Seluruh peserta difasilitasi ruang ibadah masing-masing untuk memanjatkan doa sesuai keyakinan, mencerminkan semangat toleransi dan persatuan dalam dunia pendidikan Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang turut hadir menyampaikan bahwa kegiatan doa lintas agama merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar batin demi keselamatan kota, para pendidik, serta peserta didik. Ia menegaskan peran penting guru sebagai figur orang tua kedua bagi anak-anak di lingkungan sekolah.

Baca Juga:  Operasi Zebra Semeru 2025 di Tuban: 21 Remaja Balap Liar Diamankan, 17 Motor Disita dalam Razia Tengah Malam

“Guru adalah orang tua di sekolah. Doa guru adalah doa yang mustajabah. Karena itu, saya menitipkan anak-anak Surabaya untuk terus dibimbing dengan kesabaran dan keikhlasan,” ujar Eri.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin, setidaknya dua bulan sekali. Menurutnya, pembiasaan nilai-nilai spiritual dan toleransi menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan serta karakter Kota Surabaya.

Baca Juga:  Jelang Ramadan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Bhayangkari Gelar Pengajian dan Doa Bersama

“Kita ingin mewariskan Surabaya sebagai kota yang berakhlak, guyub, dan penuh kasih untuk generasi yang akan datang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh menjelaskan bahwa peserta kegiatan berasal dari berbagai latar belakang satuan pendidikan, baik formal maupun nonformal. Di antaranya guru dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), hingga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

“Hari ini kita berdoa bersama untuk keselamatan anak-anak didik, agar terhindar dari segala musibah dan diberikan kemudahan dalam menempuh pendidikan,” kata Yusuf.

Ia menegaskan bahwa Dispendik merupakan rumah besar bagi seluruh guru di Surabaya. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak lepas dari dedikasi dan ketulusan para pendidik. Dalam kesempatan tersebut, Yusuf juga memohon doa agar pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026 dapat berjalan lancar, menyenangkan, dan tidak menjadi beban bagi siswa.

Baca Juga:  NTT Gaungkan Semangat "Bapas Peduli": Gubernur Dukung KUHP Baru, Ajak Kolaborasi Wujudkan Keadilan Sosial

“Kami berharap TKA bisa dilaksanakan dengan suasana gembira dan menjadi bagian dari proses belajar yang bermakna,” tuturnya.

Usai kegiatan doa bersama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua TP-PKK Kota Surabaya Rini Indriyani meninjau dan menyapa para guru di masing-masing ruang ibadah. Kunjungan tersebut menjadi simbol kuatnya toleransi, persatuan, dan kebersamaan lintas agama di lingkungan pendidikan Kota Surabaya. (*)