Serda Machmudi bersama warga Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang melakukan pemadaman kebakaran lahan di wilayah Desa Candi dan lahan Perhutani, Selasa (17/09/2019). (Foto: dok. Pendim 074/Salatiga)

Ungaran, beritaglobal.net – Seluas lebih kurang 4 hektar lahan di wilayah Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, hangus terbakar dari dugaan buangan puntung rokok warga yang melintas di lokasi lahan yang terbakar.

Baca Juga:  Totalitas Personel Bhabinkamtibmas Polres Madina Jalani Tugas, Bantu Gali Kubur Warga Binaan Yang Meninggal

Disampaikan Kepala Penerangan Kodim 0714/Salatiga Pelda Wahyudha Widharta kepada beritaglobal.net, atas peristiwa tersebut Babinsa Koramil 09/Ambarawa Serda Machmudi bersama warga setempat dengan sigap memadamkan api, Selasa (17/09/2019).

“Dengan adanya kejadian ini Babinsa langsung melaporkan kepada Danramil Kapten Inf Romdoni, selanjutnya memberi perintah agar dengan cepat mengumpulkan masyarakat untuk bersama – sama mengatasi kebakaran lahan tersebut,” ungkap Pelda Wahyudha.

Baca Juga:  Menjaga Kondusivitas Ramadhan: Polres Semarang Ungkap Kasus Premanisme, Judi, dan Asusila

Serda Machmudi, Babinsa Koramil 09/Ambarawa bersama – sama puluhan masyarakat, terutama pemuda setempat, langsung bergerak untuk memadamkan api secara manual. Setelah bekerja keras selama lebih kurang 3 jam, api dapat di padamkan, sehingga kebakaran tersebut tidak sampai meluas ke lahan yang lain.

“Usai api di padamkan, menurut Serda Machmudi, berdasarkan keterangan dari beberapa warga masyarakat, kebakaran lahan diduga karena salah satu warga membuang putung rokok dan membakar lahan perhutani,” imbuhnya.

Baca Juga:  Truk Alami Rem Blong di Kumpulrejo, Dua Orang Luka dan Tiga Kendaraan Ringsek

Ditambahkan Pelda Wahyudha, adanya angin yang bertiup kencang menyebabkan api membesar dan merambat ke lahan perhutani.

Atas dampak dari peristiwa ini, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan aparat Desa setempat memberikan pengarahan pada para wisatawan untuk lebih berhati – hati saat membuang puntung rokok apa lagi musim kemarau. (Oky Candra)