Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan layanan pendidikan yang transparan dan mudah diakses kembali ditunjukkan melalui pengawasan langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turun langsung meninjau proses pengambilan PIN dan verifikasi data calon peserta didik di SMAN 5 Surabaya dan SMAN 9 Surabaya, Selasa (2/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penerimaan murid baru berjalan sesuai prosedur, tertib, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang sedang mempersiapkan pendidikan putra-putrinya di jenjang SMA negeri.

Sejak tiba di lokasi, Khofifah terlihat memantau secara detail berbagai aspek pelayanan yang diberikan sekolah. Mulai dari kesiapan petugas operator, sistem administrasi, alur verifikasi dokumen, hingga fasilitas pendukung yang digunakan untuk melayani calon peserta didik dan orang tua.

Tak hanya meninjau fasilitas, Khofifah juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan petugas layanan dan masyarakat yang sedang mengurus proses pendaftaran. Melalui dialog tersebut, ia ingin memastikan tidak ada kendala berarti yang dihadapi calon murid maupun orang tua selama proses berlangsung.

Baca Juga:  Rumah Warga Kesugihan Cilacap Jadi Sarang Ganja, Polisi Razia dan Amankan Pelaku beserta 2,2 Gram Sabu

Menurut Khofifah, pelaksanaan SPMB tahun ini menunjukkan sejumlah perbaikan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu yang paling terlihat adalah penataan antrean yang lebih baik serta suasana ruang pelayanan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

“Pelayanan SPMB tahun ini jauh lebih baik. Antrean lebih tertib, ruang layanan cukup memadai, dan petugas dapat melayani masyarakat dengan lebih cepat,” ujar Khofifah saat meninjau pelaksanaan SPMB di Surabaya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan tersebut merupakan hasil evaluasi dan pembenahan berkelanjutan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama jajaran Dinas Pendidikan. Langkah tersebut bertujuan menciptakan sistem penerimaan murid baru yang semakin transparan, akuntabel, dan mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Khofifah menjelaskan, berbagai inovasi pelayanan terus dilakukan agar masyarakat mendapatkan kemudahan dalam mengakses layanan pendidikan. Salah satunya melalui penambahan waktu pelayanan serta penguatan sumber daya manusia di sekolah-sekolah pelaksana SPMB.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantisipasi lonjakan pendaftar dengan menyiapkan tenaga operator dalam jumlah memadai di setiap sekolah.

Baca Juga:  Lonjakan Penumpang ArusBalik, Polisi Jaga Ketat Stasiun dan Terminal di Malang

Menurut Aries, rata-rata setiap sekolah menyediakan sekitar 10 operator yang bertugas melayani proses pengambilan PIN, verifikasi data, hingga memberikan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan informasi terkait pendaftaran.

Selain menambah jumlah petugas, Dinas Pendidikan Jawa Timur juga membuka layanan pada akhir pekan. Kebijakan tersebut diterapkan guna menghindari penumpukan antrean pada hari kerja sekaligus memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu.

“Pelayanan kami buka setiap hari termasuk akhir pekan agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk mengurus pendaftaran,” kata Aries.

Ia menyebutkan bahwa hingga awal Juni 2026, sekitar 91 ribu calon murid telah melakukan pengambilan PIN sebagai salah satu tahapan penting dalam proses pendaftaran SPMB. Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap proses penerimaan peserta didik baru tahun ini.

Meski jumlah pendaftar terus meningkat, Aries memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik dan belum ditemukan kendala berarti yang dapat menghambat jalannya pelayanan di lapangan.

Baca Juga:  'Srikandi' Hebat Dibalik Pelayanan Prima Polres Semarang

Keberhasilan pelaksanaan tahap awal SPMB ini menjadi indikator positif bahwa sistem yang diterapkan semakin matang dan siap melayani kebutuhan masyarakat secara optimal.

Sementara itu, Khofifah kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan dari tahun ke tahun. Menurutnya, pendidikan merupakan sektor strategis yang harus mendapatkan perhatian penuh agar seluruh anak-anak Jawa Timur memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pendidikan mulai dari tingkat provinsi hingga sekolah untuk menjaga integritas, transparansi, serta memberikan pelayanan yang ramah dan profesional kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan seluruh proses SPMB berjalan lancar dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jawa Timur,” tegas Khofifah.

Dengan adanya pengawasan langsung dari gubernur serta dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Jawa Timur, pelaksanaan SPMB 2026 di berbagai daerah, khususnya di Surabaya, diharapkan dapat berlangsung tertib, transparan, dan semakin memberikan kenyamanan bagi calon peserta didik maupun orang tua yang tengah mempersiapkan masa depan pendidikan anak-anak mereka. (*)