Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Bulan suci Ramadhan membawa nuansa spiritual yang mendalam bagi warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya. Setiap malam, selepas salat tarawih, lantunan ayat suci menggema dari Masjid At-Taubah, tempat para warga binaan berkumpul untuk tadarus Alquran.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Sub Seksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan Tahanan, Rizali Nor Hidayatullah, yang secara langsung membimbing warga binaan dalam membaca, memahami, dan menghayati makna Alquran. Dengan penuh khidmat, mereka bergiliran membaca ayat demi ayat, sembari mendalami nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga:  Wakil Wali Kota Salatiga Serahkan Santunan Anak Yatim: "Semoga Kalian Tumbuh Menjadi Pribadi yang Tangguh dan Sukses

Menurut Rizali, kegiatan tadarus ini bukan sekadar ritual Ramadhan, tetapi juga bagian dari pembinaan keagamaan yang bertujuan memperkuat karakter dan meningkatkan kesadaran spiritual para warga binaan.

“Melalui tadarus Alquran, kami ingin membimbing mereka untuk lebih dekat dengan agama dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Ini adalah langkah awal agar mereka memiliki fondasi moral yang kuat saat kembali ke masyarakat,” ujar Rizali.

Baca Juga:  Jalin Sinergi: Polres Pasuruan Kota Gelar Mini Soccer Bersama Awak Media

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tomi Elyus, turut mengapresiasi antusiasme warga binaan dalam mengikuti kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pembinaan di rutan tidak hanya berfokus pada aspek hukum dan keterampilan, tetapi juga pembinaan akhlak dan spiritual.

“Ramadhan adalah momentum bagi mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memulai langkah baru yang lebih baik. Kami ingin mereka keluar dari sini dengan bekal spiritual yang lebih kuat dan siap menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Tomi.

Baca Juga:  Plt. Bupati Sidoarjo Lepas 400 Atlet KORMI Menuju FORDA II Jawa Timur

Selain tadarus, Rutan Surabaya juga menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan lainnya, seperti kajian Islam, tausiyah, serta salat tarawih berjamaah. Seluruh program ini dirancang untuk memberikan suasana religius yang lebih kental selama bulan suci, sekaligus menjadi sarana introspeksi diri bagi para warga binaan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Ramadhan tidak hanya menjadi momen ibadah semata, tetapi juga menjadi titik balik bagi warga binaan untuk menjalani hidup yang lebih baik setelah masa tahanan mereka berakhir. (*)