Laporan: Wahyudi Artya

SUMENEP | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan pesisir kembali ditunjukkan melalui aksi nyata penanaman mangrove yang melibatkan berbagai elemen lintas sektor di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget bersama PT Radiant Utama Interinsco (RUI) Tbk tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pesisir sekaligus menekan ancaman abrasi yang terus mengintai kawasan pantai.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 5.000 bibit mangrove dan 40 pohon malapari ditanam di kawasan pesisir Kalianget. Penanaman dilakukan secara gotong royong oleh para peserta yang berasal dari berbagai instansi pemerintah, unsur keamanan, hingga perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Kehadiran berbagai pihak menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Kalianget, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, serta perwakilan PT Garam.

Baca Juga:  Satpas Colombo Surabaya Gelar Coaching Clinic, Bantu Pemohon SIM Lebih Siap dan Tertib Berkendara

Sebelum turun ke lokasi penanaman, seluruh peserta mengikuti seremoni pembukaan yang digelar di ruang rapat KSOP Kelas IV Kalianget. Dalam kesempatan itu, para pemangku kepentingan menyampaikan pentingnya menjaga kawasan pesisir sebagai salah satu aset lingkungan yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi tinggi.

Usai seremoni, seluruh peserta bergerak menuju lokasi penanaman di kawasan pantai. Dengan semangat kebersamaan, mereka menanam bibit mangrove dan pohon malapari di titik-titik yang telah ditentukan.

Aksi penghijauan tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.

Program penanaman ini merupakan bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PT RUI Tbk yang kini memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Melalui program tersebut, perusahaan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut.

Tidak hanya berfokus pada penanaman, program ini juga diarahkan untuk membangun kepedulian jangka panjang terhadap lingkungan, sehingga manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

Baca Juga:  Gempur Pelanggaran Malam Hari: Polres Pasuruan Sisir Gempol-Pandaan dalam Operasi Patuh Semeru 2025

Di sisi lain, KSOP Kelas IV Kalianget terus berupaya menjadi motor penggerak kolaborasi lintas sektor dalam perlindungan wilayah pesisir. Melalui keterlibatan aktif berbagai instansi dan stakeholder, KSOP berharap upaya konservasi lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa mangrove memiliki fungsi yang sangat penting bagi keberlangsungan ekosistem pesisir.

Menurutnya, keberadaan mangrove tidak hanya berperan sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai dari terjangan ombak dan abrasi, tetapi juga menjadi habitat penting bagi berbagai jenis biota laut.

“Mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pantai dan menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut,” ujar Azwar Anas.

Ia menjelaskan bahwa ekosistem mangrove memiliki kontribusi besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, termasuk mendukung keberlangsungan kehidupan ikan, kepiting, dan berbagai organisme laut lainnya.

Selain mangrove, pohon malapari yang turut ditanam dalam kegiatan tersebut juga memiliki manfaat penting bagi kawasan pesisir. Tanaman ini dikenal mampu membantu memperkuat struktur tanah di wilayah pantai sekaligus mendukung program penghijauan dan konservasi lingkungan.

Baca Juga:  “Tiyang Panutan”: Terobosan Rutan Salatiga Hadirkan Layanan Hukum, Psikologi, dan Keagamaan Terpadu bagi Tahanan

Karena itu, kombinasi penanaman mangrove dan malapari diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih optimal terhadap kawasan pesisir Kalianget.

Tidak berhenti pada tahap penanaman, seluruh pihak yang terlibat juga berkomitmen melakukan pemantauan dan perawatan tanaman secara berkala. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman tetap tinggi dan manfaat ekologisnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, para pemangku kepentingan berharap kawasan pesisir Kalianget semakin tangguh menghadapi ancaman abrasi, kualitas lingkungan terus meningkat, serta ekosistem laut tetap terjaga demi mendukung kehidupan masyarakat pesisir di masa depan.

Aksi bersama tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kerja nyata, kolaborasi, dan komitmen berkelanjutan untuk menjaga warisan alam bagi generasi yang akan datang. (*)