Mungkid, beritaglobal.net – Para Pengasuh Pondok Pesantren dan pemuka Agama di wilayah Tegalrejo,  Kabupaten Magelang menilai bahwa ajakan aksi “People Power” begitu meresahkan masyarakat luas. Ajakan tersebut akhir – akhir ini banyak diserukan dan tersebar melalui sejumlah jejaring media sosial, menjelang diumumkannya hasil rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU RI pada 22 Mei 2019 mendatang.

Baca Juga:  Suara Bising Berujung Penindakan! Patroli KRYD Kembali Digelar, 28 Motor Knalpot Brong Diamankan Polres Salatiga

Aksi tersebut dinilai merupakan tindakan kurang tepat dan berbahaya bagi kenyamanan masyarakat maupun negara sehingga banyak para Kyai dan tokoh masyarakat menyatakan sikap untuk menolak “People Power”.

Baca Juga:  Sat Reskrim Polres Bojonegoro Berhasil Ungkap Kasus Curanmor, Dua Pelaku Berhasil Diamankan

Seperti yang disampaikan KH. Zidni Ngilman Nafiah (55), selaku pimpinan “Ponpes Wong Eling”, Dusun Gales, Desa Sidorejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang seperti dalam Video yang berdurasi hampir satu menit tersebut menghimbau kepada para santri dan jamaah maupun masyarakat umum pada Selasa (14/05/2019), agar tidak sampai terprovokasi mengikuti ajakan aksi people power tersebut demi menjaga keamanan bersama.

Baca Juga:  Flanatomy dari Undika: Puzzle 3D Berbasis AR yang Buka Babak Baru Pembelajaran Biologi untuk Siswa ABK

“Mari kita persatukan NKRI harga mati dengan doa dan kerukunan bersama,” tandasnya di akhir video. (Eko Triono)