Mungkid, beritaglobal.net – Para Pengasuh Pondok Pesantren dan pemuka Agama di wilayah Tegalrejo,  Kabupaten Magelang menilai bahwa ajakan aksi “People Power” begitu meresahkan masyarakat luas. Ajakan tersebut akhir – akhir ini banyak diserukan dan tersebar melalui sejumlah jejaring media sosial, menjelang diumumkannya hasil rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU RI pada 22 Mei 2019 mendatang.

Baca Juga:  Polri Gelar FGD di Malang: Strategi Pengamanan Pilkada 2024 di Jawa Timur

Aksi tersebut dinilai merupakan tindakan kurang tepat dan berbahaya bagi kenyamanan masyarakat maupun negara sehingga banyak para Kyai dan tokoh masyarakat menyatakan sikap untuk menolak “People Power”.

Baca Juga:  Residivis Narkoba di Surakarta Kembali Diciduk: Beli Ganja via Transfer, Ini Jelasnya 

Seperti yang disampaikan KH. Zidni Ngilman Nafiah (55), selaku pimpinan “Ponpes Wong Eling”, Dusun Gales, Desa Sidorejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang seperti dalam Video yang berdurasi hampir satu menit tersebut menghimbau kepada para santri dan jamaah maupun masyarakat umum pada Selasa (14/05/2019), agar tidak sampai terprovokasi mengikuti ajakan aksi people power tersebut demi menjaga keamanan bersama.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Genteng Perkuat Sinergi Masyarakat Jelang Pemilu Serentak 2024 Melalui Sambang Kampung

“Mari kita persatukan NKRI harga mati dengan doa dan kerukunan bersama,” tandasnya di akhir video. (Eko Triono)