Tradisi Nyadran: Ratusan Warga Lingkungan Karangduwet Adakan Doa Bersama Setelah Acara Bersihkan Makam

Acara Nyadran di lingkungan makam Pertiwi Suci Karangduwet, manifestasi kerukunan dan penghormatan kepada para leluhur serta rasa syukur kepada Allah SWT

Salatiga, beritaglobal.net – Ratusan warga lingkungan Karangduwet, Karangpete, Canden, dan sebagian warga Kalitaman serta Ngentak, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, melaksanakan doa bersama dalam acara Nyadran di seputar makam Pertiwi Suci, Minggu (13/05/2018).

Prosesi acara Nyadran yang dipimpin oleh Mulyono (56), selaku ketua RW 02 Karangduwet, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga dimulai dengan pembacaan doa bersama. Dikatakan oleh Mulyono kepada beritaglobal.net disela – sela acara, Nyadran di lingkungan sekitar makam Pertiwi Suci, telah berlangsung rutin selama tujuh tahun terakhir.

Baca Juga:  Dari Konferprov ke Aklamasi: Setiawan Hendra Kelana Terpilih Menjadi Ketua PWI Jateng Periode 2025-2030, Usung Program Peningkatan Kompetensi Wartawan

“Tradisi Nyadran oleh warga di sekitar makam Pertiwi Suci (Karangduwet, Karangpete, Canden, Kalitaman dan Ngentak), sudah berjalan rutin selama kurang lebih tujuh tahun terakhir,” ungkap Mulyono.

Selanjutnya Mulyono menjelaskan bahwa sebelum prosesi pembacaan doa bersama telah dilakukan kegiatan pembersihan makam oleh masing – masing ahli kubur, adapun pembacaan doa bersama adalah untuk mempererat hubungan antara sesama warga dan arwah para leluhur. Selain itu, adalah untuk memohon kepada Allah SWT agar dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan mendatang, dapat menjalaninya dengan khusuk dan ikhlas tanpa ada halangan suatu apapun.

Baca Juga:  Ida Nurul Farida Serap Aspirasi Guru Getasan, Tekankan Regenerasi Bangsa Lewat Penguatan Dunia Pendidikan

“Sebelum prosesi pembacaan doa bersama telah dilakukan kegiatan pembersihan makam oleh masing – masing ahli kubur, adapun pembacaan doa bersama adalah untuk mempererat hubungan antar warga dan arwah para leluhur. Selain itu, adalah untuk memohon kepada Allah SWT agar dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan mendatang, dapat menjalaninya dengan khusuk dan ikhlas tanpa ada halangan suatu apapun,” imbuh Mulyono.

Baca Juga:  Pemprov Sumut Aktivasi dan Optimalisasi Posyandu 100% untuk Turunkan Prevalensi Stunting

Sementara itu, salah seorang warga M. Nur Hidayat mengatakan kepada beritaglobal.net, bahwa tradisi Nyadran di lingkungan Karangduwet telah berlangsung sejak dia kecil. M. Nur Hidayat berharap bahwa tradisi ini dapat lebih mempererat hubungan kekeluargaan antar warga.

“Sejak saya kecil tradisi Nyadran sudah ada Mas, namun tidak seramai ini, harapan saya dengan tradisi Nyadran ini, kerukunan antar warga dapat lebih terjalin, dan rasa kekeluargaan lebih dapat dirasakan sesama warga,” kata M. Nur Hidayat. (Agus S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!