Posisi korban saat ditemukan gantung diri dengan seutas tali tambang di ‘blandar’ rumahnya

Wonosobo, beritaglobal.net – Seorang pria di Desa Purbosono Kecamatan Kertek, bernama Slamet Yoko (36), nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri menggunakan tali tambang plastik di ‘blandar’ rumahnya, Senin (26/3) siang.

Korban pertama kali ditemukan oleh orang tuanya sepulang dari sawah. Korban diduga nekat melakukan aksinya, lantaran menderita gangguan jiwa sejak usia 15 tahun.

Baca Juga:  Rutan Salatiga Menggelar Program Kerohanian Untuk Memperkuat Spiritualitas Warga Binaan Pemasyarakatan Selama Bulan Ramadhan

Kapolsek Kertek AKP Deni Wibowo mengungkapkan dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda – tanda penganiayaan.

“Korban tergantung di atap rumah menggunakan tali plastik. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan fakta bahwa lidah korban menjulur serta ada kotoran dan sprema di celana korban, dimana hal tersebut merupakan ciri utama orang yang meninggal karena gantung diri,” ungkap Kapolsek Kertek AKP Deni Wibowo.

Baca Juga:  Sambut Hari Jadi Polwan Ke 74, Srikandi Polres Salatiga Gelar Talkshow

Lebih lanjut dijelaskan oleh Kapolsek bahwa setelah jenazah korban selesai diperiksa tim medis, lalu diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan.

“Setelah diperiksa tim medis, korban kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” lanjut Kapolsek.

Baca Juga:  Kunjungan Oditur Militer ke Rutan Surabaya: Sinergi Hukum dan Pemasyarakatan yang Kian Kuat

Sementara itu menurut tetangga korban, Tanto, beberapa waktu ini korban diketahui sedang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Magelang.

“Terakhir saya tahu sejak bulan Januari kemarin, sudah rutin kontrol. Jadi tidak menyangka jika, Slamet akan gantung diri seperti ini,” ungkap Tanto. (ASB/Humas Polda Jateng)