Laporan: Budi Santoso

NGAWI | SUARAGLOBAL.COM – Nguri-uri Budaya Jawa: Masyarakat dan Pemerintah Desa Hargo Sari, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Gelar Bersih Desa dengan Wayang Kulit**

Desa Hargo Sari, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, baru-baru ini menyelenggarakan acara bersih desa atau yang dikenal sebagai sedekah bumi. Acara ini merupakan bentuk nguri-uri atau melestarikan budaya Jawa, yang menjadi salah satu tradisi turun-temurun di desa tersebut. Tahun ini, tradisi tersebut dirayakan dengan menggelar pertunjukan wayang kulit yang meriah.

Baca Juga:  Jeruji Besi Menunggu: Polrestabes Surabaya Tetapkan Seorang Pendeta Dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Di halaman rumah Kepala Desa Hargo Sari, pertunjukan wayang kulit yang menampilkan lakon “Batari Sri” disuguhkan oleh dalang Ki Aang Wiyatmoko dari Pacitan. Pagelaran ini diiringi oleh paguyuban karawitan Prabancono, yang semakin menambah semarak suasana malam itu.

Sumono, Kepala Desa Hargo Sari, melalui ketua panitia, menjelaskan bahwa acara bersih desa atau sedekah bumi ini diadakan setiap tahun, namun pertunjukan wayang kulit hanya digelar dua tahun sekali. Prosesi bersih desa ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Hargo Sari sejak zaman nenek moyang mereka.

Baca Juga:  Karutan Salatiga Ajak Jajaran Rutan Salatiga Rayakan Hari Bakti Imipas dengan Aksi Sosial Berkelanjutan

“Dengan semangat gotong royong, masyarakat Hargo Sari sangat mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Sedekah bumi ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan budaya Jawa, tetapi juga sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kami berharap melalui acara ini, masyarakat Hargo Sari diberikan rejeki, kesehatan, dan keselamatan,” ucap Sumono.

Baca Juga:  Ketua TP PKK Simalungun Apresiasi Harlah Ke-VII Perwis: Dorong Dampak Positif bagi Masyarakat

Acara ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar warga desa. Kehadiran pertunjukan wayang kulit yang sarat makna tersebut berhasil menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan cinta akan budaya leluhur di kalangan masyarakat Hargo Sari. (*)