Laporan: Budi Santoso

NGAWI | SUARAGLOBAL.COM – Nguri-uri Budaya Jawa: Masyarakat dan Pemerintah Desa Hargo Sari, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Gelar Bersih Desa dengan Wayang Kulit**

Desa Hargo Sari, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, baru-baru ini menyelenggarakan acara bersih desa atau yang dikenal sebagai sedekah bumi. Acara ini merupakan bentuk nguri-uri atau melestarikan budaya Jawa, yang menjadi salah satu tradisi turun-temurun di desa tersebut. Tahun ini, tradisi tersebut dirayakan dengan menggelar pertunjukan wayang kulit yang meriah.

Baca Juga:  Kunjungi Polres Salatiga, Tim Supervisi Ops Lilin Candi 2019 Mabes Polri Kombes Pol Raden Romdhom N., S.H., S.I.K.: "Selama Jalankan Tugas Pengamanan dan Pelayanan Agar Perhatikan Sikap Tampang dan Gampol"

Di halaman rumah Kepala Desa Hargo Sari, pertunjukan wayang kulit yang menampilkan lakon “Batari Sri” disuguhkan oleh dalang Ki Aang Wiyatmoko dari Pacitan. Pagelaran ini diiringi oleh paguyuban karawitan Prabancono, yang semakin menambah semarak suasana malam itu.

Sumono, Kepala Desa Hargo Sari, melalui ketua panitia, menjelaskan bahwa acara bersih desa atau sedekah bumi ini diadakan setiap tahun, namun pertunjukan wayang kulit hanya digelar dua tahun sekali. Prosesi bersih desa ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Hargo Sari sejak zaman nenek moyang mereka.

Baca Juga:  Pengamanan Muda-Mudi Diduga Mabuk di Tempat Umum oleh Polsek Genteng, Polrestabes Surabaya

“Dengan semangat gotong royong, masyarakat Hargo Sari sangat mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Sedekah bumi ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan budaya Jawa, tetapi juga sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kami berharap melalui acara ini, masyarakat Hargo Sari diberikan rejeki, kesehatan, dan keselamatan,” ucap Sumono.

Baca Juga:  Jawab Tantangan Tugas Pusinfolahta TNI, Askomlek Panglima TNI : Integrasi Data dan Sistem Informasi TNI Sangat Penting

Acara ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar warga desa. Kehadiran pertunjukan wayang kulit yang sarat makna tersebut berhasil menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan cinta akan budaya leluhur di kalangan masyarakat Hargo Sari. (*)