Foto: BeritaGlobal.net (Agus S)

Ungaran, BeritaGlobal.net – Banyak konflik yang timbul dari permasalahan tanah. Terobosan – terobosan dari pemerintah pusat dalam mengurangi konflik atas polemik pertanahan terus dikembangkan. Kementrian Agraria meluncurkan progam Pendataan Tanah Sistem Langsung (PTSL).

Dalam kunjungannya ke Desa Gedangan Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, Senin 25 September 2017, Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN RI Dr. Sofyan Djalil mengatakan, “PTSL diluncurkan untuk mempermudah penerbitan sertifikat tanah, untuk mempertegas aspek yuridis dan kepemilikan. Harapannya, warga masyarakat mendapatkan banyak keuntungan dengan adanya sertifikat tanah. Aset tanah tanpa kepemilikan sertifikat menjadi aset mati dan tidak bernilai.”

Baca Juga:  Buka Launching Event Pariwisata Jateng 2019, Taj Yasin : "Jateng mempunyai banyak potensi, karenanya, kita jangan hanya menjadi penonton tetapi harus pula menjadi penikmat"

“Salah satu keuntungan yang didapat masyarakat adalah terhindar dari praktek rentenir, dengan sertifikat bisa mengajukan pinjaman ke bank dengan dana KUR dan suku bunga yang didapat adalah 0,9%,” imbuhnya.

Baca Juga:  Wakil Walikota Salatiga : 'Keragaman seperti bunga yang berwarna - warni sehingga menjadi sebuah taman yang indah'

Terpisah, Kepala Desa Gedangan Daroji (48) mengatakan, “Desa Gedangan menjadi Desa percontohan dalam pelaksanaan PTSL di seluruh Indonesia. Dengan PTSL, proses pendaftaran tanah di Kabupaten Semarang hanya memerlukan waktu 2 menit, dibantu dengan program aplikasi pertanahan dari kantor BPN.”

Baca Juga:  Janda Penjaga Parkir Gagalkan Pencurian Rp3,6 Miliar, Kapolres Brebes Datangi Rumah dan Beri Penghargaan

Program – program untuk kemudahan masyarakat dalam melengkapi legalisasi aset, agar dapat berfungsi mendorong taraf hidup dan kesejahteraan sangat penting dalam era teknologi informasi. (Agus S)