Foto: Proses Perekaman E-KTP

Jakarta, beritaglobal.net  – Percepatan proses perekaman E-KTP untuk persiapan pilkada 2018 dan pemilu 2019, terus di kebut Pemrintah. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menjelaskan saat ini sudah terekam 96 persen. Tersisa 2 hingga 3 juta penduduk di seluruh Indonesia yang belum melakukan perekaman.

“Kita evaluasi soal E-KTP yang sudah terekam,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo usai rapat koordinasi di Kementerian Polhukam, Jakarta, Senin (30/10).

Baca Juga:  Viral Adzan Serukan Jihad , Wamenag Ajak Pimpinan Ormas Beri Pencerahan

Kebanyakan warga yang belum terekam adalah dari data Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, sisanya warga di dalam negeri.
“Kami mengharapkan proaktif dari warga juga. Pemerintah tidak bisa jemput bola terus,” ungkap Mendagri.

Baca Juga:  Libur Nasional 2026: Pemerintah Resmi Tetapkan 17 Hari Libur dan 8 Hari Cuti Bersama, Distribusi Merata untuk Semua Agama

Tjahjo mengharapkan, warga yang belum melakukan perekaman tidak menganggu pelaksanaan pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Apalagi pada pemilu 2019, pemilu sudah berbasiskan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Masih ada sekitar 2-3 juta yang belum rekam ulang. Yang belum rekam ulang enggak bisa pemerintah jemput bola tapi sama-sama warga proaktif. Dari 3 jutaan, yang paling banyak TKI dan TKW yang kerja dan tinggal di luar negeri. Mereka kalau mau menyoblos besok jangan kayak DKI kemarin, tahu-tahu pulang ke TPS. Ya datanya enggak ada dong. Harus mulai sekarang rekam data supaya jangan double,” tutup Tjahjo. (Agus/net)

Baca Juga:  Kapolri dan Panglima TNI Buka Kegiatan Baksos Presisi: Pastikan Kebutuhan Pokok Selama Bulan Ramadhan Terjaga 

Editor: Redaksi beritaglobal.net