Foto: Basufi Saat Diamankan Di Pos Pengawal Istana Negara

Jakarta, beritaglobal.net – Istana Negara bisa saja dikunjungi siapa saja, dengan tujuan jelas, identitas asli dan mengikuti protokoler istana.

Berdasar data diterima beritaglobal.net, Senin (13/11/2017), sekira pukul 18.30 WIB, pos penjagaan istana negara kedatangan tamu dengan maksud bertemu Presiden Joko Widodo. Dinilai mencurigakan dan tanpa agenda jelas dengan tidak mematuhi prosedur yang ada, sehingga yang bersangkutan ditolak dan diamankan di pos penjagaan, oleh pihak Pengawal Istana dari Yonwal Protneg DPP. Lettu Cpm Gede Cadu.

Baca Juga:  Bingkisan Lebaran Kasdim 0714/Salatiga Untuk Pos Pam Lebaran 2019

Dijelaskan oleh Lettu Cpm Gede Cadu, saat akan diamankan orang tersebut melawan dan mengatakan bahwa dia anggota ISIS sambil menyerang terhadap Pengawal Istana.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, orang yang mengaku ISIS itu bernama Basufi Tarsiwan (39 tahun). Berdasar data diterima, Basufi berdomisili di Jalan Arya Santika RT 02 RW 06, Kelurahan Marga Sari, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, berprofesi sebagai wiraswasta.

Baca Juga:  Tokenisasi Aset Real Estat Pertama di Indonesia Kolaborasi D3 Labs, BTN dan Reliance Grup.

Hingga berita ini diluncurkan, Basufi masih diamankan di Pos Jaga Istana dan masih dalam pendalaman oleh pihak Sintel Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres).
Kesigapan Pengawal Istana tidak lepas dari kedisiplinan anggota Babinsa di pos jaga Ring 2, berpatroli mengawasi Istana Negara serta selalu berkoordinasi dengan Paspampres. (Agus S)

Baca Juga:  The Power of Emak, Rela Nyungsep di Kubangan Lumpur Meriahkan HUT RI ke 74