Boyolali, beritaglobal.net – Makanan murah harus diwaspadai jaminan kebersihan dan mutunya. Sudah terdaftarkah lisensi usaha produsennya?

Beritaglobal.net berkesempatan melihat beberapa olahan jajan pasar tradisional yang dikemas dengan se-adanya, hanya dengan plastik bening dan tanpa identitas jelas produsenya, Rabu (13/12/2015).

Sebaiknya selalu beri pengertian kepada putra putri anda tentang dampak zat – zat berbahaya dari jajanan tak sehat yang ada di sekolah. Agar bila anda tidak sempat membekali mereka dengan makanan sehat dari rumah.

Baru – baru ini beredar kabar tentang produsen makanan curang dengan menggunakan campuran bahan baku telur tak layak konsumsi (gagal tetas).
Presiden Direktur Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Sidak Agus Subekti, menyampaikan tentang banyaknya aduan masyarakat terkait maraknya jajanan pasar yang kurang baik mutu dan kebersihannya.

Baca Juga:  Polwan Negosiator Jadi Garda Empati, Polrestabes Surabaya Kawal Aksi Damai Ribuan Santri di DPRD Jatim dengan Pendekatan Humanis

“Merespon pengaduan masyarakat tetang kabar adanya industri rumahan yang tega menggunakan telur tak layak konsumsi sebagai campuran bahan makan langsung kita tindak lanjuti. Belum lama ini, tim kita dengan di bantu masyarakat melakukan pengintaian untuk memastikan kabar tersebut,” tutur Agus kepada beritaglobal.net, Rabu (13/12/2017) petang.

Baca Juga:  Warga Bengle Boyolali Ditemukan Tak Bernyawa, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Titik terang informasi masyarakat mengenai penggunaan telur gagal tetas sebagai bahan baku makanan pada sebuah industri rumahan di seputar Ampel, Kabupaten Boyolali mulai tampak.
Hal ini didapati saat tim LAPK Sidak melakukan investigasi ke wilayah tersebut. Tampak sebuah mobil pengangkut telur dari sebuah lokasi penetasan telur yang berada di wilayah Kabupaten Semarang melintas menuju rumah produksi.

Lebih lanjut Agus memberikan informasi terkait pengiriman contoh beberapa jenis makanan ke laboratorium, “Saat ini kami baru melakukan investigasi dan beberapa contoh makanan hasil olahan dari tempat tersebut kita lakukan uji di laboratorium. Nanti kalau sudah jelas kita akan sampaikan detail kepada teman-teman media,” jelasnya.

Baca Juga:  Akhir Penantian Keluarga, DVI Polda Jatim Serahkan Jenazah Kelima Korban KM Mutiara Sentosa II kepada Keluarga

Sementara ini, Agus dan tim LAPK Sidak masih menyimpan semua dokumen dan bukti – bukti lain terkait seluruh operasional lokasi penetasan telur dan rumah produksi.

“Mohon maaf belum bisa kami sampaikan, yang jelas makanan yang di produksi antaranya, kue gelek, untir-untir, bolu kukus dan kue jajanan pasar, itu dulu yang bisa saya sampaikan,” tegasnya. (Ebt/Rud)