Tampilan rumah mbah Sum, sebelum dan sesudah dipugar anggota Kodim 0822/Bondowoso. (Foto: dok. Dispen AD)

Jakarta, beritaglobal.net – Sumiyati (83) atau sering dipanggil mbah Sum, warga Dusun Krajan, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso, tinggal di sebuah gubuk dengan kondisi tidak layak huni. Atapnya bocor dan mau roboh karena rapuh dimakan rayap, dan akan sangat membahayakan apabila datang hujan yang disertai angin kencang.

“Melihat kondisi ini, Kodim 0822/Bondowoso berhasil menyulap gubuk reyot milik mbah Sum, menjadi rumah yang layak untuk dihuni,” ungkap Dandim 0822/Bondowoso, Letkol Inf Jadi, S.I.P., dalam rilis tertulisnya di Bondowoso, Jumat (03/01/2020).

Baca Juga:  Polisi Dalami Jaringan “Surabaya Player”, 34 Peserta Pesta Seks Sesama Jenis Terjerat Hukum, Ini Penjelasannya

Disampaikan lebih lanjut oleh Dandim, Tiga orang anak kandung mbah Sum, hidup dan tinggal terpisah serta tidak peduli terhadap kondisi kehidupan orang tuanya. Saat ini, mbah Sum tinggal bersama cucunya yang bernama Hasan.

Saat Dandim berkunjung ke gubuk mbah Sum bersama Forkopimcam Pakem, telah meminta Danramil 0822/05 Wringin Kapten Inf M. Safri, S.H., dan Danpos Ramil 0822/05 Pakem Pelda Meky Roni Sahanaya, segera membongkar dan memperbaiki rumah mbah Sum.

Baca Juga:  Lagi! PT. VDNI & PT. OSS Bantu Pemda dan Masyarakat Lawan Covid-19 di Sultra

“Kami bergerak cepat untuk melakukan pembangunan rumah mulai dari awal 0% bersama perangkat, keluarga dan Babinsa Kodim 0822/Bondowoso, membangun kembali rumah nenek Sum,” ucap Dandim.

Diharapkannya, bahwa program bedah rumah ini terus berlanjut, bukan hanya sekali dan terakhir. “Namun terus berkesinambungan, dan kami siap membantu Pemda dalam rangka untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bondowoso,” lanjutnya.

Baca Juga:  Dari Cebongan, Sabu 117 Gram Digagalkan: Polres Salatiga Berhasil Ringkus Pengedar Barang Haram, Kapolres Veronica "Kami Tak Akan Biarkan Generasi Hancur!"

Pembangunan rumah tidak layak huni ini, merupakan kerjasama Kodim 0822/Bondowoso, Kodam V/Brawijaya serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

“Semoga dapat membantu masyarakat yang tidak mampu untuk mempunyai tempat tinggal yang layak huni,” pungkasnya. (Agus S/Red)

Sumber : Dispen AD