Laporan: W Widodo

UNGARAN,BeritaGlobal.net – Guna memberikan wawasan tentang kompetensi kewirausahaan, Yayasan Izzatul Islam Getasan menghadirkan dai yang juga pengusaha percetakan, Agus Setiawan dari Kecamatan Kaliwungu, Jumat (9/12). Bertempat di teras Masjid Umar bin Khatab komplek SDIT Izzatul Islam Getasan ratusan guru dan karyawan mengikuti pelatihan menciptakan usaha bersama.

Pengusaha yang juga Ketua YPI Insan Mulia Kaliwungu, Agus Setiawan mengatakan bahwa mindset yang harus dibangun untuk menjadi pengusaha adalah berniat membantu orang lain. Selain itu, untuk memulai usaha harus dilakukan survey pasar terlebih dahulu untuk mengetahui kebutuhan masyarakat. Tidak kalah pentingnya, Yayasan harus memiliki SDM kompeten dan fokus.

Baca Juga:  Kolaborasi Sinergis TNI-Polri di Semarang: Kapolda Jateng Tanam Jagung Perdana, Wujudkan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat

“Bapak-Ibu, hal pertama yang harus dibangun dalam mindset kita memulai bisnis adalah dalam rangka membantu orang lain. Banyak usaha sukses yang ada di sekitar kita pasti mereka melakukan survey pasar. Maka lakukan itu untuk menciptakan usaha yang tepat dan berkelanjutan. Dan ingat, yang mengelola usaha harus kompeten. Kalau perlu disekolahkan bisnis agar bisa fokus,” kata Agus Setiawan.

Baca Juga:  Diduga Terlibat Politik Praktis, ASN di Magelang Terancam Sanksi Disiplin

Ketua Yayasan Izzatul Islam Getasan, Insan Abdullah dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk pengembangan lembaga, yayasan bertekad ekspansi ke bidang usaha. Beliau juga berpesan kepada guru dan karyawan yang juga memiliki usaha untuk tetap profesional dalam menjalankan tupoksinya di Yayasan.

Baca Juga:  TMMD Ke-123 di Bangkalan: Sinergi TNI dan Pemda Ubah Wajah Desa Katol Timur

“Tidak dipungkiri untuk pengembangan lembaga ini kita harus membuka peluang dalam bidang usaha. Saya kira yayasan-yayasan yang lain seperti itu. Saya mengapresiasi kepada guru dan karyawan yang juga memiliki usaha. Tapi kami berpesan agar bisa profesional menjalankan tupoksinya di yayasan,” pungkas Insan Abdullah. (*)