Laporan: W Widodo 

SALATIGA | berita-global com – Awal tahun 2023, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga terus tancap gas dalam memberikan pelayanan kepada warga binaan pemasyarakatan.

Kepala Rutan Salatiga Andri Lesmano mengatakan kali ini Rutan memberikan penyuluhan, edukasi dan pemeriksaan kesehatan terkait dengan Tuberkulosis Paru.

“Tingkatkan pelayanan WBP, kami berikan penyuluhan, edukasi, dan pemeriksaan kesehatan terkait dengan Tuberkulosis Paru,” ujarnya Jumat (27/01).

Baca Juga:  Jangan Bakar Jerami Karena Bisa Untuk Pupuk Kompos Pesan Kapolsek Sidomukti Kepada Petani.

Andri mengungkapkan selain memberikan layanan kesehatan secara internal, Rutan Salatiga juga menggandeng berbagai pihak sebagai langkah nyata memberikan layanan kesehatan kepada WBP.

“Kami juga bekerjasama dengan berbagai pihak dalam memberikan layanan kesehatan bagi WBP. Diantaranya Dinas Kesehatan, Puskesmas Sidorejo Lor hingga RST. dr Asmir Kota Salatiga kami gandeng untuk berikan pelayanan yang maksimal dan tentunya kesehatan WBP menjadi lebih terjamin,” ucapnya.

Baca Juga:  Ngopi Bareng Polisi, Jurnalis dan Humas Polres Pasuruan Satukan Frekuensi Lewat PIRAMIDA

Sementara itu dr. Muhammad Ihsan selaku ketua tim kesehatan Rutan menambahkan dengan memperhatikan kondisi lingkungan maka kegiatan ini dilakukan secara bertahap serta membagi kelompok dalam pemberian materi kesehatan sehingga berjalan lebih efektif dan efisien.

“Kami membagi perkelompok yang diikuti masing-masing 16 (enam belas) WBP sebagai peserta program edukasi, nantinya kami berikan edukasi dan penyuluhan kepada seluruh WBP secara bertahap,” tambahnya.

Baca Juga:  Pembacokan Viral Depan UKSW Terungkap, Satreskrim Polres Salatiga Gerak Cepat Ringkus Dua Pria Terduga Pelaku 

dr. Muhammad Ihsan menjelaskan salah satu program dari tim kesehatan Rutan Salatiga tahun ini adalah memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada seluruh WBP, termasuk kegiatan kali ini yang dilakukan secara rutin 2x dalam satu bulan.

“Selain memberikan edukasi, tim kesehatan juga melakukan diskusi dan konsultasi kesehatan,” pungkasnya. (*)