Laporan: W Widodo 

SEMARANG | BERITA-GLOBAL.COM – Pengurus Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Jawa Tengah kunjungi Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah, Senin (08/05/23) pagi di Kampus Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Rombongan JSIT Jawa Tengah langsung dipimpin oleh Ketua JSIT Jateng, Zaenal Abidin, S.Pd. Dibersamai oleh salah satu pembina, Sigit Cahyantoro, S.Si, serta beberapa pengurus JSIT Jawa Tengah.

Zaenal Abidin dalam untaian pengantar kunjungannya menyampaikan bahwa tujuan kunjungannya yakni berailaturahmi sekaligus sowan ke lembaga-lembaga terkait untuk menjalin kolaborasi.

“Niat kami bersilaturahmi dengan lembaga-lembaga terkait. Semenjak pelantikan pengurus pada tahun lalu, kami sowan ke beberapa lembaga, berkomunikasi dan menjalin kolaborasi memajukan pendidikan khususnya di Jawa Tengah, hari ini kami mengunjungi PGRI Jateng,” tutur Zaenal.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Kelurahan Genteng Hadiri Rapat Pleno Pemutakhiran Daftar Pemilih Pilkada 2024

“Berhubung masih di bulan Syawal, tidak lupa keluarga besar JSIT Jawa Tengah mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah kepada keluarga besar PGRI Jateng. Mohon maaf lahir batin,” sambung Zaenal.

Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan silaturahmi dari JSIT Jawa Tengah.

Baca Juga:  Millenial Tourism Corner, Tourism 4.0 Tidak Lepas Dari Kaum Millenial dan Digital

“Kami sangat berbahagia kehadiran tamu dari JSIT Jawa Tengah. Terima kasih atas kunjungan silaturahminya. Semakin mengokohkan kerjasama kolaborasi antar lembaga yang terkait, dalam memajukan dunia pendidikan,” sambut Muhdi.

“Kami sangat mengapresiasi sekolah-sekolah yang berada di dalam jaringan JSIT Indonesia. Mereka bersungguh-sungguh berjuang dalam mendidik anak bangsa. Kualitas proses dan outputnya telah dirasakan masyarakat,” sambungnya.

“Hal ini menjadikan tidak sedikit masyarakat yang menyekolahkan putra-putrinya di sekolah JSIT. Walaupun mereka harus membayar iuran SPP dan sebagainya. Padahal ada pilihan sekolah gratis, bebas biaya. Tetapi tidak sedikit masyarakat yang memilih sekolah yang berbayar. Semoga JSIT Indonesia terus berkontribusi dan bersinergi dalam memajukan pendidikan di Indonesia,” lanjut Muhdi.

Baca Juga:  TMMD Ke-123 di Bangkalan: Sinergi TNI dan Pemda Ubah Wajah Desa Katol Timur

“Setelah reformasi, kami PGRI berupaya untuk memperjuangkan Undang-Undang (UU) Guru. Dalam rangka untuk mengapresiasi perjuangan para guru di Indonesia, baik guru negeri maupun guru swasta. Alhamdulillah, UU tersebut telah disahkan, sehingga guru menjadi sebuah profesi yang berhak untuk mendapatkan tunjangan, yang manfaatnya sangat dirasakan oleh para guru,” pungkasnya. (*)